news

Mikrofon Mati di Rakernas Golkar, Bahlil: Jangan-jangan Ada Yang Belum Kebagian Gas!

Sabtu, 8 Februari 2025 | 13:18 WIB
Mikrofon Bahlil Ketua Umum Partai Golkar Mati saat di Rakernas Golkar (Instagram @golkar.indonesia)

INSIBERNEWS - Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menyampaikan pidato dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Golkar 2025 di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, pada Sabtu (8/2/2025).

Dalam acara yang dihadiri oleh jajaran petinggi partai tersebut, Bahlil sempat melontarkan candaan ketika mikrofon yang digunakannya mengalami gangguan teknis.

Baca Juga: Geely Gandeng DeepSeek, AI Canggih Bakal Ubah Cara Kita Berkendara

Insiden itu terjadi ketika Bahlil tengah menjabarkan hasil Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar, termasuk poin-poin penting terkait dukungan penuh partainya terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Namun, tiba-tiba suara dari mikrofon yang digunakannya terdengar terputus-putus, sehingga membuat sejumlah peserta Rakernas terkejut.

Baca Juga: Umrah Travel Fair 2025: Kolaborasi BRI dan Garuda Indonesia Beri Kemudahan Perjalanan Ibadah

Menanggapi hal itu, Bahlil justru merespons dengan santai dan melempar candaan yang langsung mengundang tawa para kader Golkar.

"Nah, ini jangan-jangan ada yang belum dapat gas kali," ujar Bahlil berseloroh, mengacu pada gas LPG 3 kilogram yang belakangan menjadi topik hangat di tengah kebijakan pemerintah.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Lampung, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Ia pun menambahkan dengan nada bercanda,

"Setahu saya semua sudah dapat jatah gas LPG. Coba dicek, biasanya kalau panitianya kayak begini, ini pasti aktivis KNI," ucapnya, disambut gelak tawa para hadirin.

Candaan Bahlil tak lepas dari kontroversi yang sempat muncul terkait kebijakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang dipimpinnya, mengenai regulasi distribusi gas LPG 3 kg.

Baca Juga: Trump Tutup USAID, Apa Saja Program Indonesia yang Terancam?

Keputusan tersebut memicu berbagai respons dari masyarakat, terutama terkait akses subsidi yang diperuntukkan bagi kelompok ekonomi tertentu.

Halaman:

Tags

Terkini