INSIBERNEWS - Startup Cina, DeepSeek, baru-baru ini membuat gebrakan besar di dunia kecerdasan buatan (AI). Pada Senin, 27 Januari, asisten AI gratis mereka berhasil menyalip ChatGPT milik OpenAI di puncak App Store Apple di AS.
Padahal, model AI ini dikembangkan dengan biaya yang jauh lebih rendah—kurang dari $6 juta—dan menggunakan chip Nvidia H800 berkapasitas terbatas. Prestasi ini memicu aksi jual saham di pasar AS dan memunculkan pertanyaan: Apakah AI berbiaya tinggi seperti ChatGPT sudah kalah saing?
Reaksi dari Para Pengembang AI AS
Meski DeepSeek mendapat pujian dari sejumlah pengembang AI terkemuka di AS, banyak yang masih skeptis. CEO OpenAI, Sam Altman, mengakui bahwa model R1 dari DeepSeek "mengesankan, terutama dalam hal apa yang dapat mereka berikan untuk harganya." Namun, para pakar di empat laboratorium AI terkemuka AS menyatakan bahwa mereka tidak terpengaruh oleh perkembangan ini. Mereka memuji tim DeepSeek yang kuat dan penelitian terkini mereka, tetapi tetap percaya bahwa model AI berbiaya tinggi masih memiliki keunggulan.
Nvidia, produsen chip yang digunakan DeepSeek, juga merespons positif. Mereka menyatakan bahwa pencapaian DeepSeek membuktikan pentingnya chip mereka dalam pengembangan AI. Sementara itu, Snowflake, perusahaan perangkat lunak AS, memutuskan untuk menambahkan model DeepSeek ke pasar model AI-nya setelah menerima banyak permintaan dari pelanggan.
Risiko dan Peluang
Christian Kleinerman, Wakil Presiden Eksekutif Produk Snowflake, mengakui bahwa ada pertimbangan risiko dalam menghosting teknologi AI yang dikembangkan di Tiongkok. Namun, setelah mengevaluasi, mereka memutuskan untuk menawarkannya kepada klien. “Kami memutuskan bahwa selama kami bersikap jelas kepada pelanggan, kami tidak melihat masalah dalam mendukungnya,” katanya.
Di sisi lain, pengembang AI AS sedang sibuk menganalisis model V3 DeepSeek. Meskipun DeepSeek telah menerbitkan makalah penelitian yang mendasari model tersebut, banyak pertanyaan masih belum terjawab, seperti total biaya pengembangan. Beberapa eksekutif di laboratorium AI terkemuka memperkirakan bahwa biaya sebenarnya bisa mencapai lebih dari 1 miliar, jauh melampaui anggaran 6 juta yang disebutkan.
Sumber Terbuka: Anugerah atau Ancaman?
Salah satu faktor yang membuat DeepSeek menonjol adalah keputusannya untuk meluncurkan modelnya sebagai sumber terbuka. Ini berarti perusahaan atau individu lain bebas menggunakan atau memodifikasi teknologinya. Marc Andreessen, kapitalis ventura ternama, memuji langkah ini. “DeepSeek R1 adalah salah satu terobosan paling menakjubkan dan mengesankan yang pernah saya lihat—dan sebagai sumber terbuka, ini merupakan anugerah yang sangat berarti bagi dunia,” tulisnya di X.
Pengakuan ini menggarisbawahi kelayakan teknologi AI sumber terbuka sebagai alternatif yang lebih terjangkau dibandingkan model mahal seperti ChatGPT. Namun, hal ini juga mempertanyakan asumsi bahwa hanya perusahaan dengan modal besar dan daya komputasi tinggi yang bisa bersaing di pasar AI.