Konflik yang terus memanas ini menjadi tantangan besar bagi Presiden Kolombia, Gustavo Petro. Meskipun negosiasi dengan ELN menjadi salah satu agenda prioritasnya, pembicaraan yang dimulai pada awal masa pemerintahannya kini menemui jalan buntu.
Gencatan senjata yang sempat berlangsung pun telah berakhir pada 3 Agustus lalu, memperburuk situasi.
Baca Juga: Ranking 1 di Gorontalo, Ini Profil Universitas Negeri Gorontalo yang Berdiri Tahun 1963
Dengan banyaknya serangan yang dilakukan ELN, termasuk ke pangkalan militer di Puerto Jordan, upaya menuju perdamaian di Kolombia tampaknya masih menghadapi jalan terjal.