news

Terancam Botak! Warga India Diserang Wabah Rambut Rontok, Apa Penyebabnya?

Jumat, 17 Januari 2025 | 16:23 WIB
Ilustrasi Rambut Rontok ((foto: Foto istimewa))

INSIBERNEWS - Masyarakat India kini tengah dilanda fenomena aneh yang membuat penduduk setempat panik.

Warga dari tiga desa di distrik Buldhana, Maharashtra, India, mengalami kerontokan rambut ekstrem dan terancam botak hanya dalam hitungan hari.

Berdasarkan laporan Economic Times, rambut penduduk di desa tersebut rontok dengan mudah, bahkan hanya dengan tarikan lembut.

Sehingga, bercak-bercak kebotakan terlihat jelas di kepala mereka.

Baca Juga: Leader ITZY, Yeji Dikonfirmasi Akan Memulai Debut Solo Tahun Ini!

Adapun, Times of India melaporkan bahwa lebih dari 150 orang telah terdampak, dan sekitar 400 orang lainnya di 15 desa di wilayah Shegaon mulai merasakan gejala serupa.

Fenomena ini diawali dengan rasa gatal di kulit kepala, yang kemudian diikuti kerontokan rambut secara masif.

Air yang Terkontaminasi Diduga jadi Penyebab Kerontokan Rambut
Departemen Kesehatan Maharashtra dengan sigap memulai penyelidikan untuk
mengidentifikasi penyebab wabah ini.

Dr. Deepali Rahekar, petugas kesehatan di Shegaon, menduga bahwa kondisi ini mungkin berkaitan dengan air yang terkontaminasi.

Baca Juga: Starbucks Ubah Aturan Besar! Non-Pembeli Dilarang Nongkrong, Toilet untuk Pembeli Saja! CEO Jelaskan Penyebabnya

"Hal ini dapat terjadi karena air yang tercemar. Kami telah mengumpulkan sampel dan akan mengujinya untuk mencapai kesimpulan," ujar Dr. Rahekar.

Sampel air dari wilayah tersebut telah dikirim untuk diuji guna mendeteksi kemungkinan keberadaan polutan seperti logam berat atau residu pupuk, yang mungkin berkontribusi pada kerontokan rambut ini.

Petugas kesehatan distrik, Amol Geete, menjelaskan bahwa infeksi jamur pada kulit kepala tampaknya menjadi penyebab utama dalam sebagian besar kasus.

Baca Juga: Ribuan Remaja Putri di Karawang Mengalami Anemia Gara-Gara Sering Jajan Seblak dan Bakso! Polarisasi Makanan Tak Sehat

Halaman:

Tags

Terkini