INSIBERNEWS - Situasi di perbatasan Lebanon kembali memanas setelah laporan terbaru menyebut Israel melancarkan serangan udara ke wilayah Baalbek di bagian timur Lebanon, Rabu (25/12/2024) dini hari.
Serangan ini memicu kekhawatiran serius terkait rapuhnya gencatan senjata yang sebelumnya telah disepakati antara Israel dan Hizbullah.
Baca Juga: Beras Premium Bebas Pajak 12 Persen, Ini Penjelasan Lengkap Kepala Bapanas
Media pemerintah Lebanon menggambarkan aksi ini sebagai pelanggaran serius terhadap perjanjian yang mulai berlaku sejak 27 November lalu.
Menurut laporan yang dikutip dari AFP, serangan udara Israel ini menjadi sorotan karena terjadi di tengah ketegangan yang belum sepenuhnya reda.
Gencatan senjata yang dimaksudkan untuk menghentikan lebih dari setahun konflik berkepanjangan, khususnya setelah pecahnya perang di Jalur Gaza, kini terancam kandas.
Sementara itu, belum ada tanggapan resmi dari pihak militer Israel mengenai serangan yang diarahkan ke Lebanon timur tersebut.
Baca Juga: Menpan RB Imbau Instansi Pemerintah Tetap Beroperasi Selama Libur Natal dan Tahun Baru
Di sisi lain, tentara Israel sebelumnya menyatakan bahwa mereka tetap menjalankan "kegiatan pertahanan" di wilayah selatan, yang menurut mereka sesuai dengan perjanjian gencatan senjata.
Namun, pernyataan ini menuai kritik, terutama dari pihak Lebanon, yang menilai tindakan Israel sudah melampaui batas dan mengancam kestabilan kawasan.
Baca Juga: Dua ‘Pak Ogah’ Penganiaya Pengemudi di Jalur Puncak Ditahan, Satu Masih Dikejar Polisi
Sementara itu, Hizbullah, kelompok bersenjata yang berbasis di Lebanon, belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait serangan ini.
Namun, pihak Lebanon menilai langkah Israel sebagai provokasi yang dapat memicu eskalasi konflik baru. Banyak pihak internasional pun khawatir bahwa serangan semacam ini dapat menghancurkan upaya perdamaian yang sudah dirintis.