news

Misteri Penyakit 'Dinga-Dinga' di Uganda: Ratusan Orang Terjangkit dengan Gejala Aneh

Sabtu, 21 Desember 2024 | 12:24 WIB
Misteri Penyakit 'Dinga-Dinga' di Uganda (Foto : timesofindia.indiatimes.com)

INSIBERNEWS - Distrik Bundibugyo, Uganda, tengah diguncang oleh wabah penyakit misterius yang dikenal secara lokal sebagai "Dinga-dinga".

Nama ini merujuk pada gejala khas penyakit tersebut, yakni getaran tubuh tak terkendali yang menyerupai gerakan menari.

Baca Juga: Tembus Puluhan Miliar? Segini Harta Kekayaan Taj Yasin Maimoen yang Bakal Jadi Wakil Gubernur Jawa Tengah 2024

Hingga kini, penyakit ini telah menjangkiti sekitar 300 orang, mayoritas perempuan dewasa dan remaja, menciptakan kekhawatiran di masyarakat setempat.

Gejala utama "Dinga-dinga" adalah demam tinggi disertai dengan gemetar hebat yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: Berapa Harta Kekayaan Al Haris? Calon Gubernur Jambi yang Unggul di Pilkada 2024

Dalam beberapa kasus, penderita mengalami kelemahan ekstrem hingga kelumpuhan. Seorang pejabat kesehatan distrik, Kiyita Christopher, menjelaskan bahwa meskipun penyakit ini terlihat mengkhawatirkan, pengobatan dengan antibiotik umumnya mampu memulihkan pasien dalam waktu sekitar seminggu.

Baca Juga: Jumlah Harta Kekayan Edy Pratowo, Pendamping Agustiar Sabran di Pilkada Kalimantan Tengah yang Dinyatakan Menang oleh KPU

Namun, Kiyita memperingatkan masyarakat untuk tidak menggunakan pengobatan tradisional atau herbal yang sering dianggap sebagai solusi cepat.

"Tidak ada bukti ilmiah bahwa obat herbal dapat menyembuhkan 'Dinga-dinga'. Kami memiliki pengobatan medis yang sesuai, dan saya sangat mendorong warga untuk segera mencari perawatan di fasilitas kesehatan resmi," tegasnya.

Baca Juga: Gusi Berdarah? Kenali 5 Tanda Tubuh Kekurangan Vitamin C

Meskipun otoritas kesehatan telah berhasil merawat sejumlah pasien, penyebab pasti penyakit ini masih menjadi misteri. Penyelidikan lebih lanjut tengah dilakukan untuk memahami asal-usul dan cara penyebarannya.

Sementara itu, kampanye edukasi kesehatan mulai digencarkan untuk mengurangi penyebaran serta mencegah penggunaan metode pengobatan yang tidak aman.

Baca Juga: Bersikap Optimis, Menpar Yakin Capaian Kinerja Pariwisata 2024 Lampaui Realisasi Tahun Sebelumnya

Halaman:

Tags

Terkini