INSIBERNEWS - Masyarakat Indonesia, khususnya para peternak kini tengah was-was dengan penyebaran penyakit demam babi Afrika (African Swine Fever/ASF).
Penyakit demam babi Afrika ini diketahui memiliki tingkat kematian yang sangat tinggi.
ASF disebabkan oleh virus dari genus Asfivirus dan keluarga Asfarviridae, menjadikannya penyakit menular dan mematikan yang dapat menyerang babi.
Dalam wilayah Indonesia, penyebaran penyakit demam babi ini ditemukan pada daerah sentra peternakan babi di antaranya di Provinsi Bali, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Papua.
Dapat menyebar dengan cepat, virus ini bisa membuat babi sakit dengan tingkat kematian 100 persen.
Dilaporkan jumlah babi yang mati akibat terjangkit ASF telah mencapai ribuan ekor.
Baca Juga: Waspada! Demam Babi Afrika di Indonesia, Apakah Menular ke Manusia?
Cukup membuat khawatir, sampai saat ini masih belum ditemukannya vaksin dan obat untuk demam babi Afrika.
Mari kenali gejala penyakit demam babi Afrika berikut ini untuk dapat mencegah penularannya. Gejala yang perlu diperhatikan antara lain adalah:
- demam tinggi
- lesu
- bercak merah di kulit
- pendarahan di hidung dan mata
- telinga yang memerah
- Diare
Baca Juga: Kejati Jakarta Geledah Dinas Kebudayaan, Temukan Stempel Palsu dan Barang Bukti Lainnya
Penyebaran wabah wenyakit demam babi Afrika ini memberikan dampak ekonomi yang sangat besar, babi yang sakit dan mati akibat ASF tentunya menyebabkan kerugian bagi para peternak.