news

Netanyahu Tegaskan Pasukan Israel Akan Tetap Bertahan di Zona Penyangga Golan hingga Ada Pengaturan Keamanan Baru

Rabu, 18 Desember 2024 | 13:32 WIB
Benjamin Netanyahu - Perdana Menteri Israel (Foto : Abir Sultan/AFP via getty images)

INSIBERNEWS - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan pada Selasa (17/12/2024) bahwa pasukan Israel akan tetap berada di zona penyangga yang terletak di perbatasan Suriah, wilayah yang sebelumnya direbut oleh Israel setelah penggulingan Presiden Bashar al-Assad.

Netanyahu mengungkapkan bahwa Israel akan mempertahankan posisi tersebut hingga ada kesepakatan baru yang dapat "memastikan keamanan Israel".

Baca Juga: Pemprov Sebut Penggunaan Air Tanah Berlebih Sebabkan Banjir Rob di Jakarta, Warga Diminta Beralih ke PAM

Pernyataan tersebut disampaikan Netanyahu dari puncak Gunung Hermon, yang terletak di wilayah Suriah sekitar 10 kilometer dari Dataran Tinggi Golan yang saat ini dikuasai Israel.

Gunung Hermon sendiri memiliki posisi strategis, dan Israel telah memanfaatkan daerah tersebut untuk memperkuat posisinya di wilayah yang penuh ketegangan tersebut.

Baca Juga: Indonesia dan AS Kolaborasi Kembangkan Teknologi Digital untuk Pertanian Berkelanjutan

Kebijakan ini kembali memicu kecaman dari berbagai pihak. Kritikus menilai Israel melanggar kesepakatan gencatan senjata yang ditandatangani pada tahun 1974, yang mengatur pembatasan militer di sepanjang garis perbatasan.

Selain itu, mereka juga menuduh Israel memanfaatkan ketidakstabilan yang terjadi di Suriah pasca-penggulingan Assad untuk memperluas kendali teritorialnya di wilayah yang diperebutkan.

Baca Juga: 16 Juta Warga Akan Terima Bantuan Beras di Awal 2025, Fokus pada Keluarga Miskin

Dalam kunjungannya ke zona penyangga tersebut, Netanyahu menegaskan bahwa Israel tidak akan meninggalkan posisinya sampai ada pengaturan baru yang lebih aman.

"Kami akan tetap berada di sini hingga ada kesepakatan lain yang memastikan keamanan negara kami," ujar Netanyahu, menggarisbawahi bahwa keputusan ini diambil demi menjaga stabilitas Israel di tengah ketegangan regional yang terus berkembang.

Baca Juga: Di Tengah Cadangan Minyak Melimpah: Iran Hadapi Pemadaman Listrik dan Penutupan Sekolah

Keputusan ini berpotensi memperburuk ketegangan di kawasan Timur Tengah, terutama dengan situasi di Suriah yang masih sangat volatile.

Penguasaan Israel atas wilayah yang menjadi bagian dari Suriah ini tetap menjadi isu sensitif dalam politik internasional, dengan berbagai negara dan organisasi internasional terus mengawasi setiap perkembangan yang terjadi di kawasan tersebut.

Tags

Terkini