"Kami sedang membangun gudang senjata dunia bebas di Ukraina," katanya, menambahkan bahwa Ukraina sekarang mampu memproduksi 30.000 drone serang jarak jauh dan 4 juta drone FPV (First Person View) lainnya.
Selain itu, Sak menekankan pentingnya semangat juang dan tekad Ukraina, meskipun banyak rakyat yang sedang terpuruk.
"Orang-orang sedang terpuruk, ini sangat sulit. Namun pada saat yang sama, ada tanda-tanda yang membuat kita lebih kuat. Kami sedang membangun industri pertahanan kami. Aliansi kami sedang berkembang dan kita harus tetap optimis," tambahnya.
Baca Juga: Waspada! Kenali Ciri-Ciri Dini Prostat pada Pria, Harus Tau
"Poros Kejahatan Baru" dan Keterlibatan Negara-negara Lain
Sak juga memperingatkan bahwa selain ancaman Rusia, Ukraina sekarang juga berhadapan dengan pasukan dari negara-negara seperti Korea Utara, yang dilaporkan mengirim lebih dari 10.000 tentara untuk mendukung Rusia.
Ini menambah lapisan baru pada konflik, yang telah melibatkan negara-negara dengan latar belakang ideologis yang sangat berbeda, termasuk China yang juga tercatat terlibat dalam penyediaan komponen militer.
"Saat ini, lebih dari 10.000 warga Korea Utara berhadapan dengan tentara Ukraina. Kami sekarang memerangi musuh orang lain," kata Sak, menggambarkan betapa kompleksnya situasi di Ukraina.
Ia juga menyoroti fakta bahwa dalam banyak drone dan peralatan yang ditembak jatuh oleh Ukraina, mereka menemukan komponen dari China, yang menunjukkan keterlibatan Beijing dalam mendukung Moskow secara tidak langsung.
Baca Juga: Putin Punya Harapan Besar pada Donald Trump, Sebut Biden Perburuk Keadaan Perang Ukraina
Kesimpulan
Peringatan dari Ukraina mengenai ancaman nuklir Rusia, ditambah dengan peningkatan keterlibatan negara-negara lain seperti Korea Utara dan China, menunjukkan bahwa ketegangan ini dapat merambah ke tingkat global yang lebih luas.
Ukraina, meskipun berhadapan dengan tantangan besar, terus memperkuat posisinya di medan perang, baik secara militer maupun melalui dukungan internasional.
Namun, dengan ancaman nuklir yang semakin nyata dan potensi keterlibatan lebih banyak negara dalam konflik ini, masa depan perang Ukraina tetap sangat tidak pasti dan penuh risiko.