news

Ketegangan Memuncak! Ukraina Khawatir Rusia Akan Menggunakan Senjata Nuklir

Jumat, 29 November 2024 | 11:03 WIB
Ukraina Khawatir Rusia Akan Menggunakan Senjata Nuklir (foto: Istimewa)

INSIBERNEWS - Dalam beberapa hari terakhir, ketegangan antara Ukraina dan Rusia semakin memuncak, dengan sejumlah pernyataan dan aksi militer yang mengindikasikan eskalasi potensi perang.

Salah satu peringatan paling serius datang dari Yuriy Sak, penasihat Kementerian Industri Strategis Ukraina, yang mengungkapkan adanya "kemungkinan matematis" bahwa Rusia bisa menggunakan senjata nuklir, mengingat intensifikasi konflik dan ketegangan antara kedua negara.

Serangan Rusia Balas Rudal Jarak Jauh Ukraina

Rusia baru-baru ini meluncurkan serangan rudal balistik jarak menengah ke fasilitas militer Ukraina, sebagai respons terhadap serangan-serangan rudal jarak jauh yang diluncurkan oleh Ukraina, yang menggunakan persenjataan dari AS dan Inggris.

Serangan ini menambah ketegangan yang sudah memuncak, di tengah konfrontasi yang terus berlanjut di medan perang.

Presiden Rusia Vladimir Putin, dalam pidato yang disampaikan kepada publik, memperingatkan Barat bahwa Moskow berhak untuk menyerang fasilitas militer negara mana pun yang senjatanya digunakan melawan Rusia.

"Kami menganggap diri kami berhak menggunakan senjata kami terhadap fasilitas militer negara-negara yang mengizinkan senjata mereka digunakan terhadap fasilitas kami," ujar Putin.

Pernyataan ini mengindikasikan bahwa Rusia mungkin tidak akan ragu untuk membalas serangan dengan kekuatan penuh, termasuk penggunaan senjata nuklir.

 Baca Juga: Lucinta Luna Beberkan Dugaan Dibalik Kasus Narkoba yang Menjeratnya: Sebut Isa Sebagai Dalangnya!

Ancaman Nuklir: Peringatan dari Ukraina

Sak, penasihat dari Kementerian Industri Strategis Ukraina, memperingatkan bahwa meskipun Rusia belum menggunakan senjata nuklir, "kemungkinan matematis" akan tetap ada selama Rusia memiliki persenjataan nuklir terbesar di dunia.

Dalam pidatonya, Sak menekankan bahwa Ukraina harus realistis menghadapi potensi perang nuklir, meskipun mereka telah berhasil mengatasi berbagai "garis merah mistis" yang digambarkan Rusia dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Sak, meskipun Rusia berulang kali mengancam dengan eskalasi, setiap kali Ukraina dan sekutunya berhasil menggagalkan ancaman tersebut, "Kremlin hanya berusaha menggertak untuk memasuki tatanan dunia baru."

Peringatan ini mencerminkan ketidakpastian dan risiko besar yang dihadapi oleh Ukraina di tengah perang yang sudah berlangsung lebih dari setahun.

 Baca Juga: Putin Rekrut Tentara Bayaran dari Yaman untuk Perang Ukraina, Skema Diplomatik Rusia dengan Houthi Terungkap

Industri Pertahanan Ukraina yang Terus Berkembang

Sak juga menyatakan bahwa meskipun menghadapi tekanan besar, Ukraina tidak hanya bergantung pada dukungan militer internasional, tetapi juga sedang memperkuat industri pertahanannya sendiri.

Halaman:

Tags

Terkini