INSIBERNEWS - Dalam kampanye politiknya, Donald Trump tidak pernah ragu untuk mengungkapkan pendapat kontroversialnya.
Salah satu isu yang sering ia soroti adalah soal imigrasi, yang ia anggap sebagai masalah besar bagi Amerika Serikat.
Pada sebuah rapat umum di Portland, Maine, pada 4 Agustus, Trump melontarkan pernyataan yang kembali mencuri perhatian, ia menyebut sejumlah negara, termasuk Filipina, sebagai "negara teroris."
Menurut Trump, imigran yang datang dari negara-negara ini berpotensi membawa ancaman keamanan bagi Amerika Serikat.
Ia menyebutkan bahwa negara-negara tersebut, terutama yang memiliki populasi Muslim besar, harusnya tidak diizinkan untuk mengirimkan warganya ke AS, terutama dalam bentuk pengungsi.
“Kami membiarkan orang-orang datang dari negara-negara teroris yang seharusnya tidak diizinkan karena Anda tidak dapat memeriksa mereka,” kata Trump.
Baca Juga: PKS Terima Kekalahan di Pilkada Depok, Sebut Kekuasaan Memang Tidak Abadi
Menyinggung Isu Pengungsi dan Keamanan Nasional
Trump menyebutkan pengungsi dari Somalia sebagai contoh utama dari masalah yang ia anggap serius.
Ia berpendapat bahwa pengungsi yang datang dari negara-negara seperti Somalia menciptakan kantong-kantong imigran di beberapa negara bagian AS, dengan tingkat pengangguran tinggi, yang kemudian menjadi “target perekrutan” bagi kelompok teroris.
Menurutnya, ini adalah masalah yang harus segera dihentikan untuk menjaga keselamatan negara.
Di luar Somalia, Trump juga menyebutkan sejumlah negara lain yang menurutnya patut dicurigai, seperti Afghanistan, Irak, Suriah, dan bahkan Filipina.
Negara-negara ini, menurut Trump, telah menghasilkan individu-individu yang terlibat dalam kegiatan terorisme, baik yang telah melakukan serangan atau yang mendukung kelompok teroris internasional.
Baca Juga: ADOR Mendesak Belift Lab Minta Maaf Terbuka kepada Hanni NewJeans atas Insiden di Koridor