INSIBERNEWS - Rusia kini mendapat ancaman potensi diserang dengan Rudal Balistik ATACMS.
Pasalnya saat ini Ukraina sudah mendapatkan izin untuk dapat menyerang Rusia dengan Rudal Balistik ATACMS.
Izin penggunaan Rudal Balistik ATACMS tersebut diberikan oleh Presiden AS Joe Biden.
Dilansir INsibernews dari Reuters (21/11/2024), Juru Bicara Kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov menyebut keputusan Joe Biden bisa memperburuk konflik.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Dmitry Peskov pada Senin (18/11/2024).
Langkah AS dinilai gegabah dan berbahaya, serta meningkatkan keterlibatan AS dalam perang Rusia-Ukraina.
Baca Juga: Endorsment Anies Baswedan pada Calon Pemimpin Daerah Dinilai Menguntungkan, Kenapa?
la menekankan bahwa penggunaan rudal juga akan membuat Rusia berperang dengan NATO.
Sebelumnya, dua pejabat senior AS mengungkap bahwa persetujuan Biden terkait pemakaian ATACMS adalah respons atas Rusia yang mengerahkan tentara Korea Utara dalam Perang Rusia-Ukraina.
Ukraina memperkirakan, saat ini terdapat 11.000 tentara Korea Utara di wilayah Kursk.
Maka diisyaratkan bahwa Biden ingin Ukraina berada di posisi sekuat mungkin sebelum Donald Trump dilantik jadi Presiden AS.
Sistem rudal taktis angkatan darat(Rudal balistik ATACMS) merupakan sistem senjata jarak jauh yang dikembangkan oleh Amerika Serikat untuk memberikan kemampuan serangan presisi tinggi di medan perang.