Di sisi lain, masyarakat juga sering kali merasa frustrasi karena minimnya transparansi dan komunikasi antara pemerintah desa dan warganya.
Baca Juga: Ridwan Kamil Usul Ide Densifikasi Rumah untuk Solusi Populasi Warga Jakarta yang Padat
Warga merasa suaranya tidak didengar, dan keluhan mereka terhadap kerusakan jalan tidak mendapatkan respon yang memadai.
Padahal, jalan yang rusak mengganggu kegiatan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan mereka.
Akhirnya sejumlah desa memutuskan untuk melakukan pembangunan jalan desa secara mandiri.
Seperti warga Desa Batuporo Barat, Kecamatan Kedundung, Sampang, Jawa Timur yang membangun jalan desa menggunakan uang sumbangan dan koin TikTok.***