INSIBERNEWS - Situasi darurat kini tengah dihadapi warga di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dampak dari erupsi yang terjadi sejak awal bulan terus memaksa ribuan orang meninggalkan rumah mereka demi keselamatan.
Menurut data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diterima pada Selasa (12/11/2024), jumlah pengungsi telah mencapai 12.288 jiwa.
Baca Juga: Suasana Haru di Washington DC: WNI Menangis Bahagia Bertemu Presiden Prabowo, ‘We Love You, Pak!’
Erupsi besar pertama terjadi pada 3 November 2024, tepatnya pukul 23.57 WITA, ketika gunung mengeluarkan material vulkanik ke udara.
Gelombang abu dan material ini menyebabkan kerusakan parah di sekitar wilayah terdampak, serta mengakibatkan korban jiwa dan korban luka.
"Sejauh ini, tercatat sembilan orang meninggal dunia akibat bencana ini. Selain itu, terdapat 63 orang yang mengalami luka-luka, di mana 31 orang menderita luka berat dan 32 lainnya luka ringan," demikian disampaikan BNPB dalam laporan resminya.
Sementara itu, Gunung Lewotobi Laki-Laki masih menunjukkan aktivitas erupsi hingga pagi ini.
Informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan bahwa pada pukul 05.27 WITA, aktivitas vulkanik masih berlangsung.
Kolom letusan yang muncul pagi ini mencapai ketinggian sekitar 3.500 meter dari puncak, atau sekitar 5.084 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu teramati berwarna kelabu pekat dan mengarah ke barat daya serta barat, memperlihatkan intensitas yang cukup tebal.
Kondisi ini masih menjadi ancaman bagi warga sekitar, sementara PVMBG dan BNPB terus berkoordinasi untuk pemantauan lebih lanjut serta langkah-langkah mitigasi yang diperlukan.