news

BRI Bersikap Optimis Terhadap Kebijakan Ekonomi di Era Pemerintahan yang Baru

Senin, 4 November 2024 | 10:59 WIB
Optimisme BRI Terhadap Kebijakan Ekonomi di Era Pemerintahan yang Baru (Istimewa)

INSIBERNEWS, Jakarta - Dalam pemerintahan baru Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) membeberkan strategi dan langkah yang akan diambil perseroan dalam mendukung kebijakan pemerintahan.

Kebijakan ekonomi presiden ke-8 Indonesia itu diketahui akan berfokus pada hilirisasi, pembangunan, dan energi.

Hilirisasi mengarah pada bahan tambang mineral dan produk-produk pertanian, seperti minyak kelapa sawit. Kemudian pemerintah juga akan fokus pada kebijakan yang mengarah pada swasembada pangan dan energi.

Baca Juga: Sehabis Kunker, Prabowo Kunjungi Jokowi di Solo untuk Santap Angkringan Berdua

Menjawab pertanyaan media terkait kebijakan pemerintah itu, pada saat press conference Kinerja Keuangan BRI Kuartal III Tahun 2024 di Jakarta (30/10), Direktur Utama BRI Sunarso memaparkan dua kerangka.

Pertama adalah kerangka tujuan nasional, yang mana bank itu rutin melakukan analisis terkait.

Kemudian, kerangka kedua, BRI menganalisa dari sisi peluang bisnis atas kebijakan pemerintah.

Baca Juga: Pancarkan Aura Kepribadianmu dengan Nuansa Kamar Tidur Coquette Estetik Desain Minimalis Modern

"Dan berdasarkan analisis kami, pasti ada data-data yang kita analisis, hasilnya adalah sebagai berikut. Pertama, jika Indonesia ingin keluar dari middle income trap, maka ekonomi kita, GDP (produk domestik bruto} kita, harus tumbuh minimal 6%, menurut hitungan BRI," ucap Sunarso pada saat press conference paparan kinerja BRI kuartal III-2024 secara virtual, Rabu (30/10).

Sementara itu, target pertumbuhan ekonomi pemerintah adalah 8%, melebihi hasil analisis BRI. Hal itu menunjukkan bahwa target keduanya sudah sinkron dalam mencapai tujuan keluar dari perangkap pendapatan menegah.

Sunarso mengatakan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi di atas 6%, faktor dominan yang menjadi penentu adalah human capital.

Baca Juga: Intip! 6 Drakor Ini Bakal Tayang Bulan November, Siap Nonton?

"Nah, setelah kita sampai pada kesimpulan human capital, lalu apa basis yang harus kita kerjakan untuk meningkatkan kualitas human capital tersebut? Ternyata, faktor pangan, baik ketersediaannya maupun kualitasnya. Jadi, klop dengan apa yang dicita-citakan pemerintah, program pemerintah, maka fokuslah pada swasembada pangan," pungkas Sunarso.

Dalam mendukung swasembada pangan, Sunarso mengatakan ketersediaan dan kecukupan nutrisi perlu dipastikan, sehingga dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Halaman:

Tags

Terkini