Pemandangan pemuda yang menjual minyak goreng dengan harga Rp 20 ribu per botol adalah gambaran nyata dari upaya bertahan hidup dalam keadaan yang tidak ideal.
Namun, ini juga menunjukkan lemahnya sistem distribusi dan kontrol harga, yang seharusnya dapat menjamin akses yang lebih baik bagi masyarakat.
Kejadian ini seharusnya menjadi panggilan bagi semua pihak baik pemerintah, sektor swasta, maupun masyarakat untuk melakukan evaluasi serius mengenai SDM dan sistem yang ada.
Baca Juga: Sound Horeg: Musik Keras Mengganggu Lansia, Suara Bising yang Tak Berhenti
Pendidikan dan pelatihan yang lebih baik, serta penyuluhan mengenai keselamatan dan manajemen transportasi, perlu menjadi prioritas.
Selain itu, upaya untuk memperbaiki ekonomi masyarakat harus terus dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang
dan masyarakat tidak terpaksa mengandalkan situasi darurat untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Baca Juga: Kecoa: Si Makhluk Kecil yang Bikin Jijik dan Penyakit! Yuk, Jaga Kebersihan Rumah!
Saat kita merenungkan insiden di UNM ini, mari kita ingat bahwa perbaikan di semua lini diperlukan untuk menciptakan Indonesia yang lebih baik.
Ini adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi juga kita sebagai masyarakat untuk mendukung dan mengedukasi satu sama lain demi masa depan yang lebih cerah.