INSIBERNEWS - Kabar baru datang dari Britania Raya! Otoritas wilayah Inggris dan Wales mengumumkan pelarangan penggunaan rokok elektrik (vape) sekali pakai mulai Juni 2025.
Keputusan ini diambil sebagai langkah untuk mengurangi daya tarik vape di kalangan anak-anak muda dan juga untuk menjaga kelestarian lingkungan.
Yuk, kita simak lebih lanjut!
Seperti yang dilansir dari BBC pada Minggu (27/10/2024), keputusan ini tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga masalah limbah yang ditimbulkan oleh vape sekali pakai.
Baterai dari vape ini diduga mengandung limbah berbahaya, termasuk litium, yang jika tidak dikelola dengan baik bisa menjadi ancaman bagi lingkungan.
Selain itu, vape sekali pakai ini juga dinilai sulit untuk didaur ulang dibandingkan dengan vape yang dapat diisi ulang.
Dengan adanya larangan ini, diharapkan bisa mengurangi jumlah sampah elektronik dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan.
Data dari Departemen Lingkungan, Pangan, dan Perdesaan Britania Raya menunjukkan bahwa penggunaan vape meningkat lebih dari 400 persen antara tahun 2012 hingga 2023.
Ini adalah angka yang cukup mencengangkan dan menunjukkan betapa populernya vape, terutama di kalangan anak muda.
Langkah ini tentu menuai beragam tanggapan.
Sementara ada yang menyambut baik keputusan ini demi kesehatan dan lingkungan, ada pula yang mengkhawatirkan dampak ekonomi dari larangan ini.
Bagaimana pun juga, penting untuk mempertimbangkan masa depan generasi muda dan lingkungan yang lebih bersih.