INSIBERNEWS - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengungkapkan keprihatinan mendalam mengenai situasi kemanusiaan yang dialami warga sipil di Gaza utara akibat pengepungan Israel.
Dalam pernyataannya melalui media sosial, Guterres menyoroti upaya warga untuk bertahan hidup di tengah kondisi yang semakin sulit.
Baca Juga: DPR Dorong Subsidi Iuran BPJS Ketenagakerjaan Bagi Pekerja Informal
Guterres menegaskan pentingnya perlindungan bagi warga sipil dan akses mereka terhadap bantuan kemanusiaan.
Dia juga mengingatkan Israel mengenai kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional, yang menuntut perlindungan terhadap warga sipil.
Sejak serangan yang dimulai pada 5 Oktober 2024, tentara Israel telah meningkatkan serangan di Gaza utara, yang telah menyebabkan krisis besar dengan kelangkaan makanan dan air bagi puluhan ribu orang.
Baca Juga: China Rencana Kurangi Impor Batu Bara di Tahun 2025
Serangan ini merupakan bagian dari rangkaian agresi Israel yang telah menewaskan hampir 42.800 orang, kebanyakan adalah perempuan dan anak-anak dan melukai lebih dari 100.400 orang lainnya sejak Oktober tahun lalu, sebagai respons terhadap serangan dari kelompok Hamas.
Kondisi ini telah memaksa hampir seluruh penduduk Gaza mengungsi, di tengah blokade yang berlarut-larut, menyebabkan krisis kemanusiaan yang parah dengan kekurangan pangan, air bersih, dan obat-obatan.
Baca Juga: BI Perpanjang Kebijakan DP 0 Persen Untuk Kredit Properti dan Kendaraan hingga 2025
Israel saat ini juga dihadapkan pada tuduhan genosida di Mahkamah Internasional terkait tindakan mereka di wilayah tersebut.
Dengan situasi yang semakin memburuk, seruan untuk penanganan cepat dan perlindungan warga sipil semakin mendesak.