news

Dampak dan Kekhawatiran Kolaborasi Militer dan Mahasiswa di Proyek Pangan Food Estate Papua

Kamis, 24 Oktober 2024 | 17:25 WIB
Foto Ilustrasi (Image by Karl Egger from Pixabay)

INSIBERNEWS - Proyek pengembangan pangan skala besar atau food estate di Merauke, Papua,

yang diinisiasi oleh pemerintah, semakin mendapat perhatian setelah Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengumumkan keterlibatan berbagai pihak dalam proyek tersebut.

Pada Rabu (23/10/2024), Amran menjelaskan bahwa TNI bersama 3.000 mahasiswa akan dilibatkan untuk mendukung ketahanan pangan di Papua.

Salah satu alasannya, menurut Amran, adalah kurangnya tenaga kerja di sana dan pentingnya edukasi untuk meningkatkan produktivitas.

Pengumuman ini diperkuat oleh peresmian lima batalyon infanteri oleh Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, pada awal Oktober 2024.

Lima batalyon ini akan ditempatkan di daerah-daerah rawan di Papua untuk mendukung program ketahanan pangan, terutama dalam penanaman komoditas pangan seperti padi.

 Baca Juga: Pernyataan Yusril Ihza Mahendra Soal Peristiwa 1998 Memicu Kontroversi: Kasus 1998 Bukan Pelanggaran HAM Berat?

 

Kolaborasi Antara TNI dan Masyarakat Lokal

Proyek food estate ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan memastikan ketersediaan pangan yang cukup di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Papua.

Pemerintah melihat kolaborasi antara TNI, Kementerian Pertanian, dan masyarakat setempat sebagai solusi untuk meningkatkan produktivitas pangan,

terutama di wilayah yang secara geografis sulit diakses dan memiliki sumber daya manusia yang terbatas.

Keterlibatan mahasiswa dalam proyek ini juga dianggap penting untuk memberikan edukasi dan keterampilan baru kepada masyarakat lokal.

Hal ini diharapkan dapat memberdayakan masyarakat setempat agar mampu mengelola tanah dan sumber daya mereka dengan lebih baik.

 Baca Juga: Penipuan Materai Palsu Masih Marak di Jabodetabek Foto Profil Pelaku Sangat Syar'i, Warga Bekasi Rugi 5 Juta Rupiah Saat COD di Kramatjati

Halaman:

Tags

Terkini