INSIBERNEWS - Konflik antara Israel dan Hizbullah masih berkecamuk, dengan Israel melanjutkan bombardirannya terhadap Lebanon pada Selasa, 22 Oktober 2024.
Serangan terbaru ini terjadi setelah insiden tragis yang mengakibatkan 18 orang tewas di dekat rumah sakit di Beirut, memperparah situasi yang sudah mencekam selama sebulan terakhir.
Baca Juga: AS Ungkap 3.000 Tentara Korea Utara Dikerahkan Ke Rusia Untuk Latihan Militer
Menurut laporan AFP yang merujuk pada angka dari kementerian kesehatan Lebanon, jumlah korban jiwa di Lebanon sejak 23 September kini mencapai sedikitnya 1.552.
Angka ini mungkin lebih tinggi, mengingat adanya ketidakcocokan dalam data yang tersedia.
Baca Juga: Amien Rais Beri Waktu 3 Bulan Kepada Presiden Prabowo untuk Mengganti Gibran, Ini Alasannya
Kantor berita resmi Lebanon, National News Agency (NNA), melaporkan bahwa empat serangan terjadi di pinggiran selatan Beirut, yang dikenal sebagai benteng Hizbullah.
Serangan ini menyebabkan Hizbullah terpaksa memperpendek konferensi pers mereka, setelah tentara Israel mengeluarkan perintah evakuasi untuk wilayah tersebut.
Baca Juga: Iran dan Arab Saudi Siapkan Latihan Militer Gabungan di Laut Merah
Menariknya, serangan Israel terjadi hanya beberapa menit setelah wartawan meninggalkan lokasi, menunjukkan intensitas dan ketegangan yang semakin meningkat di daerah tersebut.
Dengan ketegangan yang semakin membara, dunia internasional terus memantau situasi ini dengan cermat, khawatir akan dampak yang lebih luas dari konflik yang berkepanjangan ini.
Baca Juga: Mahkamah Agung Batalkan Vonis Bebas Gregorius Ronald Tannur
Setiap langkah yang diambil oleh kedua belah pihak berpotensi mengubah peta geopolitik di kawasan Timur Tengah, yang sudah penuh tantangan.