INSIBERNEWS - Dalam beberapa hari terakhir, intensitas serangan Israel di Gaza Utara meningkat tajam, dengan Rumah Sakit Indonesia menjadi salah satu target utamanya.
Berdasarkan laporan yang dilansir dari Palinfo pada 22 Oktober 2024, pasukan Israel melancarkan serangan terhadap Rumah Sakit Indonesia, al-Awda, dan Kamal Adwan sejak Sabtu lalu, menciptakan ketakutan yang meluas di kalangan pasien dan staf medis.
Baca Juga: Mantan Presiden Peru Alejandro Toledo Dijatuhi Hukuman Penjara 20 Tahun Gegara Korupsi
Direktur Rumah Sakit Indonesia, Marwan al-Sultan, mengonfirmasi bahwa rumah sakit tersebut dikepung oleh tank-tank Israel yang menembaki area sekitar.
"Kami merasakan tekanan luar biasa, dengan tembakan yang semakin mendekat," ungkap al-Sultan.
Serangan ini menyebabkan pemadaman listrik di rumah sakit, yang semakin memperburuk situasi di tengah upaya memberikan perawatan kepada pasien.
Baca Juga: Viral! Aksi Penipuan Berhasil Digagalkan Agen BRILink, Begini Kronologi Kejadian
Al-Sultan juga menyoroti bahwa serangan tersebut tidak hanya membahayakan nyawa pasien, tetapi juga bertujuan untuk menghancurkan infrastruktur kesehatan di Gaza utara, yang dapat memaksa warga untuk meninggalkan daerah tersebut.
"Kami terjebak dalam situasi yang sangat berbahaya dan tidak mampu memulihkan listrik," tambahnya dengan nada penuh keprihatinan.
Kementerian Kesehatan Gaza telah mengonfirmasi bahwa artileri Israel secara sistematis menargetkan fasilitas kesehatan, yang menjadi sorotan penting dalam konflik yang berkepanjangan ini.
Dengan situasi yang semakin memburuk, masyarakat dan komunitas medis di Gaza menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan akses terhadap layanan kesehatan yang mendesak.
Krisis ini mencerminkan dampak humaniter yang mengerikan dari konflik, di mana warga sipil, termasuk mereka yang sakit dan terluka, terus menjadi korban.