INSIBERNEWS - Pada Rabu (9/10/2024), Korea Utara mengumumkan penutupan permanen perbatasannya dengan Korea Selatan.
Dalam pernyataan yang dilansir dari AFP, Pyongyang menyebutkan bahwa mereka akan menutup akses jalan raya dan jalur kereta api yang menghubungkan kedua negara.
Keputusan ini menandakan ketegangan yang semakin memuncak di Semenanjung Korea.
Baca Juga: Siapa Pemenang Oman vs Kuwait? Ini Prediksi Skor dan Line Up
Hubungan antara Korea Utara dan Korea Selatan memang mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.
Sebelumnya, Korea Utara secara resmi menyatakan bahwa mereka menganggap Korea Selatan sebagai musuh utama dan menutup lembaga yang sebelumnya didirikan untuk tujuan reunifikasi.
Langkah ini mempertegas jarak antara dua negara yang pernah menyusun berbagai kesepakatan damai di masa lalu.
Pengumuman penutupan perbatasan ini dilakukan setelah rapat parlemen penting di Pyongyang.
Dalam kesempatan tersebut, Korea Utara mengangkat No Kwang Chol sebagai menteri pertahanan baru, menggantikan Kang Sun Nam.
Baca Juga: Meski Miliki Catatan Kelam 2012 Kalah 0-10 dari Bahrain, Timnas Indonesia Ternyata....
Selain itu, ada spekulasi bahwa Korea Utara juga akan membatalkan Perjanjian Antar-Korea yang ditandatangani pada tahun 1991.
Perjanjian tersebut dulunya dimaksudkan untuk membangun kembali hubungan antar dua negara, namun kini tampaknya akan dihapuskan.
Hong Min, analis senior dari Institut Korea untuk Penyatuan Nasional, menyatakan bahwa Korea Utara mungkin masih menunggu hasil pemilihan presiden Amerika Serikat pada bulan depan sebelum mengambil langkah lebih lanjut terkait perjanjian ini.