INSIBERNEWS - Merupakan tradisi sakral yang mengikat, pernikahan menjadi bukti keseriusan cinta dari dua pasang insan manusia.
Saling mengucap janji suci untuk terus hidup bersama, ikatan pernikahan bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilepaskan.
Tampaknya, hal itu yang juga dirasakan oleh seorang pria bernama Li yang digugat cerai oleh istrinya bernama Chen.
Baca Juga: Diancam Masuk Ruang Isolasi, Begini Cerita Narapidana yang Kena Pungli Oknum Petugas Rutan KPK
Dikutip dari SCMP, Chen mengadu kepada hakim pengadilan di Sichuan, Tiongkok Barat Daya, dengan menuding sang suami telah melakukan kekerasan dalam rumah tangganya.
Dalam persidangan, Chen menyebut suaminya Li bersikap kasar kepadanya saat mabuk. Rumah tangga yang sudah berjalan selama 20 tahun itu berpotensi 'runtuh', saat mereka kembali bertemu di ruang Pengadilan Sichuan, pada Selasa, 1 Oktober 2024.
Ketika membuka persidangan, Hakim menyoroti tindakan tak terduga Li yang membawa lari istrinya saat pertama kali sidang berlangsung, pada 12 September 2024 lalu.
Baca Juga: Peneliti Ungkap Waktu Dalam Satu Hari Dapat Bertambah Jadi 25 Jam, Kok Bisa?
Membuat Li merasa malu dan bersalah, ia pun mengutarakan permohonan maafnya kepada hakim dan para petugas pengadilan.
"Saat emosi menguasai diriku, aku keliru mengira akan bercerai dengan istriku, jadi aku menggendongnya keluar ruang sidang," ungkap Li di hadapan hakim.
Saat itu, petugas pengadilan kewalahan meredam emosi Li yang mendengar dakwaan istrinya terkait kasus kekerasan dalam rumah tangga mereka.
Baca Juga: Food Vlogger yang Review Ngawur Rawon Kini Diblacklist FnB Jogja hingga Akunnya Hilang
"Aku telah mengabaikan instruksi hakim dan petugas pengadilan yang mencoba menghentikan tindakan ekstrim itu," tambahnya.
Menolak berpisah, persidangan kala itu membuat Li merasa khawatir terhadap hakim yang akan mengetuk palu untuk menyetujui gugatan perceraian yang dilayangkan istrinya.