"Saya mengakui kesalahan saya dan meminta maaf atas tindakan intimidasi yang tidak sepantasnya saya lakukan kepada siswa-siswi. Saya siap menerima keputusan yayasan dengan lapang dada."
Baca Juga: Mengapa Bisnis Kecil dan Freelancer Harus Mulai Menggunakan Bank Digital?
Kejadian ini memunculkan berbagai pertanyaan mengenai etika kepemimpinan di lembaga pendidikan dan dampaknya terhadap psikologis siswa.
Kejadian seperti ini seharusnya menjadi perhatian serius bagi pihak yayasan dan instansi terkait untuk memastikan bahwa lingkungan pendidikan tetap aman dan mendukung bagi para siswa.