INSIBERNEWS - Menjadi brand favorite tempat makanan bagi para emak-emak di Indonesia, Tupperware resmi alami kebangkrutan.
Mengingat kembali bahwa Tupperware sempat hits dan terkenal sebagai 'harta berharga' bagi para ibu rumah tangga yang doyan membawakan bekal bagi anaknya.
Pada hari Selasa (17/9) malam waktu setempat, perusahaan Tupperware telah mengajukan perlindungan kebangkrutan di Delaware, Amerika Serikat (AS).
Pihak manajemen mengatakan jika perusahaan telah alami kerugian yang tinggi sebab menurunnya permintaan secara drastis.
Saham wadah makanan ikonik asal Amerika ini dilaporkan anjlok dan telah kehilangan market cap hingga 95% selama 3 tahun terakhir.
Setelah sempat beberapa kali mengisyaratkan risiko kebangkrutan karena kendala likuiditas.
Baca Juga: Sempat Divonis Hidup Sisa 6 Bulan, Begini Cerita Kim Woobin Saat Derita Kanker Nasofaring
Tupperware telah menyuarakan keraguan mereka tentang kemampuan untuk tetap menjalankan bisnis pada bulan lalu.
Dulu terkenal dengan direct selling dan cara promosinya yang melakukan Tupperware Home Party,dimana agen akan melakukan demo dengan menunjukkan keunggulan dari produk Tupperware.
Namun, untuk saat ini, cara tersebut dinilai perusahaan sudah tak lagi efektif.
Baca Juga: Berkat Lisa Blackpink Boneka Labubu Viral Hingga Diburu Para Kolektor, Sudah punya?
Dikutip dari Reuters, pada Kamis (19/9/2024), dalam berkas pengadilan berbunyi bahwa Perusahaan tersebut memiliki utang sebesar US$812 juta (sekitar Rp 12,4 juta triliun).
Kemudian, para pemberi pinjaman baru menggunakan posisi utang mereka untuk menyita aset Tupperware termasuk dengan kekayaan intelektual seperti mereknya.