Fungsi-fungsi ini memerlukan kemampuan kepemimpinan yang kuat, keterampilan manajerial, dan kemampuan diplomasi untuk menjaga kohesi partai serta efektivitas operasionalnya.
Airlangga Hartarto telah mempertimbangkan dengan matang pengunduran diri tersebut.
Baca Juga: Viral! Seorang Emak-emak di Pati Nyaris Dikeroyok, Gegara Minta Kecilkan Sound System
Dibalik pengunduran diri Airlangga Hartarto yang terkesan secara tiba-tiba ternyata ada alasan khusus di baliknya.
Yaitu agar Partai Golkar tetap utuh, selain itu ada juga tujuan agar terciptanya stabilitas pada saat transisi pemerintahan nantinya.
Diketahui bersama bahwa masa jabatan Presiden Joko Widodo akan segera berakhir yaitu pada Oktober 2024.
Baca Juga: Dihujat Netizen Akibat Sebut Medali Gregoria Mariskan Giveaway, Akhirnya Metro TV Minta Maaf
“Saya Airlangga Hartarto, setelah mempertimbangkan dan untuk menjaga keutuhan Partai Golkar dalam rangka memastikan stabilitas transisi pemerintahan yang akan terjadi dalam waktu dekat,” kata Airlangga Hartarto.
“Maka dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim serta atas petunjuk Tuhan Yang Maha Besar maka dengan ini saya menyatakan pengunduran diri sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar,” lanjutnya.***