news

Ratusan Banser Karawang Datangi Mapolres Karawang, Tuntut kepastian Penindakan hukum Para Pelaku Penyerangan

Senin, 12 Agustus 2024 | 12:49 WIB
Ratusan Banser datangi Mapolres Karawang menuntut kepastian hukum pelaku penyerangan. (Dok.banser)

INSIBERNEWS, Karawang - Masa berjumlah Ratusan anggota Banser dari berbagai wilayah seperti Karawang, Purwakarta, Bekasi, Subang, serta Banser Jawa Barat dan Badan Otonom NU melakukan aksi unjuk rasa di Mapolres Karawang pada Minggu malam (11/08/2024).

Mereka menuntut kepastian penindakan hukum terhadap para pelaku penyerangan terhadap kiai di Rengasdengklok yang hingga kini belum tertangkap.

Diketahui, unjuk rasa ini dipicu terjadi penyerangan dan pengeroyokan disertai perusakan kendaraan seorang kiai dan anggota Banser di Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Baca Juga: Kapolsek Lemahabang Ikuti Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pelantikan PWI Di Situs Budaya Makam Syekh Quro

Ratusan anggota Banser ini tiba di Mapolres Karawang pada Minggu (11/8/2024) sekitar pukul 23.00 WIB.

Kedatangan mereka bertujuan untuk mempertanyakan perkembangan penanganan kasus penyerangan yang terjadi pada Sabtu malam (10/08/2024) sekitar pukul 21.30 WIB.

Ketua PCNU Kabupaten Karawang, Deden Permana menjelaskan, saat itu sekelompok orang tak dikenal (OTK) menghadang rombongan seorang kiai dari Cikarang, Kabupaten Bekasi.

Baca Juga: Ajang Jatiluhur International Triathlon 2024 Sukses Digelar, Berdampak Ekonomi Majukan Pariwisata

Rombongan kiai tersebut sedang menuju acara pengajian akbar di Pesantren Al-Baghdadi, Rengasdengklok, Kabupaten Karawang.

Dalam insiden tersebut, gerombolan OTK merusak kendaraan yang ditumpangi kiai beserta keluarganya dan mengeroyok dua anggota Banser yang sedang mengawal rombongan hingga mengalami luka-luka serius.

Aksi kekerasan ini menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk Ketua PCNU Kabupaten Karawang, Laskar Sabilillah, Ketua PWNU Jabar, dan Ketua Ansor Jabar.

Baca Juga: Bhabinkamtibmas Polsek Cibatu Bantu Warga dalam Aktivitas Menjemur Padi

Gabungan ormas NU seperti Banser Jawa Barat, Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumsi), Pagar Nusa, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama, dan Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama juga ikut hadir di Mapolres Karawang untuk menyuarakan tuntutan.

Menurut Deden Permana, jika kasus ini tidak ditangani dengan cepat dan serius, ia khawatir akan terjadi eskalasi yang lebih besar.

Halaman:

Tags

Terkini