news

Musim Kemarau tapi Hujan, Kok Bisa? Begini Penjelasan BMKG

Jumat, 5 Juli 2024 | 10:46 WIB
Ilustrasi hujan (Foto: istimewa)

INSIBERNEWS - Meski saat ini sudah memasuki musim kemarau, namun beberapa hari terakhir hujan dan angin kencang masih mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia terjadi pada bulan Juli dan Agustus 2024.

Selain itu, BMKG juga mengungkapkan bahwa hujan masih akan sering terjadi di banyak wilayah pada periode tersebut.

Baca Juga: Bocah Usia 6 Tahun Tenggelam dan Hanyut Saat Hujan, Usai Terjeblos ke Dalam Selokan di Bekasi

“Betul sebagian besar wilayah Indonesia terjadi di bulan Juli dan Agustus 2024 yaitu sebanyak 77, 27% di mana 63,95% durasi musim kemarau diprediksi terjadi selama 3 hingga 15 dasarian. Meski demikian, bukan berarti dalam periode kemara tidak ada hujan sama sekali, tetap ada hujan meski kisaran di bawah 50 mm/dasariannya,” kata Kepala BMKG yaitu Dwikorita Karnawati dikutip, Jumat (4/7/2024).

Dwikorita menyebutkan bahwa dalam sepekan kedepan masih terdapat potensi peningkatan curah hujan secara signifikan di sejumlah wilayah Indonesia. Fenomena tersebut disebabkan karena dinamika atmosfer skala regional-global yang cukup signifikan.

Adapun faktor lain yang menyebabkan turunnya hujan di musim kemarau juga karena aktivitas fenomena Madden Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin dan Rossby Equatorial disebagian wilayah Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Kepulauan Maluku dan sebagian besar Papua.

Baca Juga: BMKG Keluarkan Peringatan Prakiraan Cuaca Untuk Wilayah Jakarta, Sabtu, 29 Juni 2024: Berstatus Waspada Potensi Hujan disertai Petir dan Angin Kencang

Selain itu, suhu muka laut yang hangat pada perairan wilayah sekitar Indonesia memberikan kontribusi dalam menyediakan kondisi yang mendukung pertumbuhan awan hujan signifikan di Indonesia.

Maka fenomena tersebutlah yang memicu terjadinya dinamika cuaca sehingga turun hujan disebagian besar wilayah Indonesia.

Bahkan Deputi Bidang Meteorologi Guswanto mengatakan kombinasi pengaruh fenomena-fenomena cuaca tersebut diperkirakan menimbulkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dengan disertai angin/kilat disebagian wilayah Indonesia.

Baca Juga: BMKG : Minggu, 02 Juni 2024, Prakiraan Cuaca Jakarta Berawan Hingga Hujan Intensitas Ringan

Hal tersebut diprediksi akan terjadi pada 5-11 Juli 2024 di wlayah Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua.

Maka dari itu, dihimbau kepada masyarakan untuk selalu waspada terhadap kemungkinan adanya potensi hujan yang bisa mengakibatkan bencana seperti banjir bandang dan longsor. Terlebih bagi masyarakat yang bermukim di wilayah perbukitan, dataran tinggi dan sepanjang aliran sungai.

Halaman:

Tags

Terkini