INSIBERNEWS - Kualitas udara di wilayah DKI Jakarta kembali menunjukkan tren yang memburuk dalam beberapa waktu terakhir.
Merespons ancaman polusi udara tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengambil langkah cepat dengan menyiagakan ratusan fasilitas kesehatan di berbagai penjuru wilayah.
Penurunan baku mutu udara ini bukan sekadar isapan jempol semata, melainkan terkonfirmasi langsung melalui pantauan alat pengukur emisi resmi milik pemerintah daerah.
Selama dua hingga tiga hari berturut-turut, langit Ibu Kota terus diselimuti kabut polusi yang sangat berisiko mengganggu saluran pernapasan warga yang beraktivitas di luar ruangan.
Menyadari bahaya yang mengintai kesehatan masyarakat, Pramono Anung bergerak cepat dengan menginstruksikan seluruh jajaran di sektor kesehatan untuk bersiaga penuh.
Langkah antisipasi ini dinilai sangat krusial agar setiap keluhan medis dari warga dapat segera ditangani tanpa adanya birokrasi yang berbelit.
"Sekarang ini kondisinya mengalami kondisi yang tidak baik dan saya sudah memerintahkan 31 rumah sakit, 44 Puskesmas, 292 puskesmas pembantu, sekarang ini sudah disiagakan untuk menangani hal yang berkaitan dengan efek dari kondisi cuaca (polusi) ini," tegas Pramono.
Baca Juga: Gerai Belum Beroperasi Penuh, Kemenkop Pastikan Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Tetap Cair
Kesiapsiagaan fasilitas medis yang menjangkau hingga tingkat puskesmas pembantu (pustu) ini diharapkan mampu menampung potensi lonjakan pasien terdampak polusi.
Penanganan utama di fasilitas-fasilitas tersebut akan difokuskan pada pengobatan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), asma, hingga iritasi mata.
Selain menyiapkan layanan kuratif yang memadai, pemerintah daerah juga tak henti-hentinya mengimbau warga agar lebih mawas diri saat beraktivitas di luar rumah.
Penggunaan masker medis yang layak saat berkendara atau berjalan kaki sangat disarankan guna meminimalisasi paparan partikel debu berbahaya yang bertebaran di udara bebas.
Baca Juga: Kabar Duka Perfilman Indonesia, Yadi Timo Pemeran Penculik di Petualangan Sherina Berpulang
Dengan tersedianya jaringan fasilitas kesehatan yang luas dan berstatus siaga penuh, Pemprov DKI Jakarta berharap masyarakat tidak lagi ragu atau menunda untuk memeriksakan diri.
Warga yang mulai merasakan gejala sesak napas, batuk, atau radang tenggorokan diminta segera mendatangi puskesmas atau rumah sakit terdekat demi mendapatkan perawatan maksimal.***