INSIBERNEWS - Seekor hiu paus berukuran besar mendadak ditemukan terdampar di pesisir Pantai Parangkusumo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kehadiran satwa laut raksasa pada Minggu (18/10/2026) ini sontak menyedot perhatian warga sekitar maupun para wisatawan yang sedang berkunjung ke kawasan pantai tersebut.
Berdasarkan informasi yang beredar luas di media sosial, ikan malang tersebut diketahui sudah terjebak di bibir pantai sejak waktu subuh.
Warga dan nelayan setempat yang merasa iba sebenarnya tidak tinggal diam dan sempat bergotong royong mencoba mendorong tubuh hewan itu agar kembali ke perairan dalam.
Baca Juga: Tragis! Terjatuh Saat Mandi di Air Terjun Robo Sumbar, Wanita Asal Padang Pariaman Ditemukan Tewas
Namun, bobot hiu paus yang sangat berat membuat proses evakuasi manual tersebut sama sekali tidak membuahkan hasil.
Kabar terdamparnya satwa laut ini dengan cepat menjadi viral setelah akun Instagram @merapi_uncover dan sejumlah warganet membagikan rekaman kondisi terkini di lapangan.
"Paus ini terdampar sudah dari subuh. Sebelumnya sudah diupayakan untuk didorong kembali ke laut, tapi gagal. Sekarang sudah ditangani oleh pihak-pihak terkait,"
Penjelasan tersebut disampaikan oleh pengguna akun TikTok three07_ saat melakukan siaran langsung dari tempat kejadian pada pukul 09.16 WIB.
Kini, tim penyelamat dari instansi berwenang telah tiba di lokasi untuk mengambil alih proses evakuasi dengan prosedur yang jauh lebih aman dan terukur.
Mengingat hiu paus berstatus sebagai spesies laut yang dilindungi di Indonesia, proses penyelamatannya mutlak membutuhkan keahlian khusus.
Petugas di lapangan dengan tegas mengimbau masyarakat untuk tidak berkerumun terlalu dekat atau menarik paksa tubuh hewan itu demi menghindari cedera fatal pada satwa.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi yang mengonfirmasi ukuran pasti, kondisi kesehatan, maupun alasan mengapa hiu paus itu bisa tersapu ombak ke daratan.
Publik masih menanti kabar baik dari tim ahli terkait keberhasilan upaya mengembalikan satwa laut tersebut ke habitat aslinya.***