news

Ancaman Banjir Rob Hantui Pesisir Jawa Timur, BMKG Minta Warga Waspada Saat Malam Hari

Minggu, 4 Oktober 2026 | 13:49 WIB
Ilustrasi - Banjir Rob Hantui Pesisir Jawa Timur. (Foto : istimewa)

INSIBERNEWS - Warga yang bermukim di sepanjang kawasan pesisir utara Jawa Timur tampaknya harus kembali meningkatkan kewaspadaan dalam sepekan ke depan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak baru saja mengeluarkan peringatan dini terkait potensi datangnya bencana banjir pesisir atau rob yang diprediksi akan menerjang mulai tanggal 4 hingga 10 Oktober 2026.

Peringatan cuaca maritim ini secara khusus menyoroti beberapa kawasan rawan yang meliputi pesisir Surabaya Barat, Kabupaten Gresik, Lamongan, hingga wilayah Tuban.

Baca Juga: Bongkar Skandal Jual Beli Sel Mewah, DPR Geram Ada Fasilitas 'President Suite' di Lapas Cibinong

Daerah-daerah dengan karakteristik daratan yang rendah atau memiliki elevasi tanah di bawah permukaan laut tersebut diyakini bakal menjadi titik yang paling rentan terdampak limpasan air.

Fenomena hidrometeorologi ini murni dipicu oleh adanya siklus pasang surut air laut yang mengalami peningkatan eskalasi cukup signifikan di awal bulan.

Berdasarkan perhitungan data dari instrumen BMKG, ketinggian air laut pada saat mencapai titik pasang maksimum diprakirakan bisa menyentuh angka 130 hingga 150 sentimeter.

Baca Juga: Punya Uang Rp300 Jutaan Jangan Bingung, Ini Deretan Mobil Baru yang Siap Langsung Dibawa Pulang

Volume air yang melonjak setinggi itu otomatis memperbesar risiko genangan yang siap merendam permukiman warga maupun akses jalan raya di sekitar pantai.

Adapun periode waktu yang paling kritis dan patut diwaspadai masyarakat pesisir akan berlangsung pada malam hari, tepatnya di rentang pukul 19.00 hingga 23.00 WIB setiap harinya.

"Kami meminta seluruh masyarakat maupun instansi terkait di pesisir untuk terus meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari, serta rutin memantau perkembangan informasi cuaca maritim yang kami rilis," imbau pihak BMKG Maritim Tanjung Perak.

Baca Juga: Kapolri Rombak Polda Metro Jaya, Ini Daftar Kapolda, Wakapolda hingga Dirreskrimum yang Bergeser

Bencana rob harian ini dipastikan akan membawa rentetan dampak turunan yang cukup mengganggu ritme perputaran ekonomi warga setempat.

Aktivitas vital seperti pergerakan transportasi darat di area pelabuhan, proses bongkar muat barang, operasional tambak perikanan, hingga ladang petani garam terancam lumpuh sesaat apabila genangan air laut mulai merendam kawasan kerja mereka.

Halaman:

Tags

Terkini