Di sana, satu ruangan sempit yang idealnya hanya menampung 15 orang terpaksa dijejali hingga 30 warga binaan sekaligus.
Baca Juga: KDM Hentikan Sementara Proyek Data Center AI Rp3,5 Triliun di Jatiluhur, Ini Alasannya
Belum lagi urusan pemenuhan gizi dan fasilitas kesehatan yang minim, terutama bagi anak-anak balita yang terpaksa hidup di balik bui menemani ibunya.
"Dia punya matras itu sudah tidak layak lagi," keluh Syafrida mengomentari fasilitas tidur para napi.
Tak pelak, alas tidur yang dipenuhi tungau tersebut memicu wabah penyakit kulit gatal-gatal yang kian menambah penderitaan para narapidana di tengah panas dan sumpeknya sel tahanan yang kelebihan kapasitas tersebut.***