news

172 Peserta PPDS Unair Mual-Muntah Usai Pradik, Sampel Makanan Kini Diuji Puslabfor hingga BPOM

Selasa, 29 September 2026 | 14:18 WIB
Ilustrasi keracunan massal (Istimewa )

 

INSIBERNEWS – Sebanyak 172 peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Airlangga (Unair) mengalami sejumlah keluhan kesehatan setelah mengikuti kegiatan pra-pendidikan (Pradik) di RSUD Dr Soetomo Surabaya.

Para peserta dilaporkan mengalami gejala seperti mual, muntah hingga pusing. Dugaan sementara mengarah pada makanan yang dikonsumsi saat kegiatan, meski penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Kepala Bagian Umum RSUD Dr Soetomo, Robeth Jabbar, mengatakan pihak rumah sakit telah mengambil sampel makanan serta melakukan pengambilan usap rektal terhadap peserta untuk mengetahui penyebab munculnya keluhan tersebut.

Baca Juga: Bau Gas Menyengat Selimuti Kontrakan Lembang, Dua Pemuda Ditemukan Tewas

"Sampel makanan dan hasil pengambilan usap rektal dikirim ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Kepolisian Daerah Jawa Timur, Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas), serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk pemeriksaan lebih lanjut," kata Robeth, Selasa (29/9/2026).

Keluhan kesehatan itu muncul setelah para peserta mengikuti kegiatan Pradik di Gedung Pusat Diagnostik Terpadu (GPDT) lantai 7 RSUD Dr Soetomo pada Senin (28/9/2026).

Menurut Robeth, peserta yang mengalami gejala dan membutuhkan pertolongan medis langsung diarahkan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD). Sementara peserta dengan keluhan ringan dan masih dapat beraktivitas diminta melakukan observasi secara mandiri sambil memantau kondisi kesehatannya.

Baca Juga: Buntut Kematian Taruna Pelayaran Usai Ospek di Aceh, Polisi Turun Tangan Usut Temuan Memar Misterius

172 dari 289 Peserta Mengalami Keluhan

Dari total 289 peserta yang mengikuti kegiatan Pradik, sebanyak 172 orang dilaporkan mengalami keluhan kesehatan.

RSUD Dr Soetomo menduga gangguan tersebut berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi peserta. Namun, dugaan itu belum dapat dipastikan sebelum hasil pemeriksaan terhadap sampel makanan dan usap rektal keluar.

Dari ratusan peserta yang mengalami keluhan, enam orang sempat mendapat penanganan di RSUD Dr Soetomo. Empat peserta menjalani pemeriksaan medis, sementara dua lainnya ditempatkan dalam observasi.

Baca Juga: Tragis! Pemuda di Makassar Tewas Usai Diduga Tertembak Peluru Nyasar, Lima Polisi Diperiksa

Keenam peserta tersebut kini telah diperbolehkan meninggalkan rumah sakit.

Selain itu, dua peserta lainnya mendapat perawatan di fasilitas kesehatan berbeda. Masing-masing satu orang ditangani di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) dan satu lainnya di RSUD dr Soewandhie.

Halaman:

Tags

Terkini