INSIBERNEWS - Operasi pencarian korban amukan banjir bandang yang memporak-porandakan Kabupaten Solok, Sumatera Barat, mulai membuahkan hasil pilu.
Tim SAR gabungan bersama warga setempat akhirnya menemukan satu orang korban yang sempat dinyatakan hilang dalam kondisi tak lagi bernyawa pada Selasa (22/9/2026) siang, sekitar pukul 13.30 WIB.
"Korban ditemukan oleh tim SAR gabungan beserta masyarakat di aliran sungai dalam keadaan meninggal dunia," ungkap Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, memberikan konfirmasi resmi terkait progres evakuasi di lapangan.
Baca Juga: Dikomandoi Sufmi Dasco, DPR dan Pemerintah Sepakati RUU Reforma Agraria Maju ke Paripurna
Penemuan nahas itu berlokasi di aliran Sungai Koto Gaek, sebuah kawasan perairan yang berbatasan langsung dengan wilayah Jawi-jawi, Kabupaten Solok.
Tanpa membuang waktu, tim penyelamat yang bersiaga langsung mengangkat jasad korban dari lokasi pencarian untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
"Setelah ditemukan jasad korban langsung dievakuasi dari lokasi, namun demikian identitasnya belum bisa dipastikan," tambah Abdul Malik menjelaskan kendala pengenalan identitas korban secara visual.
Guna memastikan data diri secara valid dan akurat, kepolisian akan melibatkan tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri untuk melakukan serangkaian identifikasi forensik.
Baca Juga: Terjerat Pusaran Judol, 4.322 Keluarga di Bengkulu Mendadak Dicoret dari Daftar Penerima Bansos
Mengingat laporan awal menyebutkan ada dua warga yang terseret arus, operasi pun kembali digenjot untuk menyisir kawasan penemuan dan area yang sempat disapu air bah pada Senin (21/9/2026) malam.
Skala operasi pencarian ini terbilang sangat masif lantaran mengerahkan kekuatan sedikitnya 600 personel gabungan dari berbagai instansi lintas sektoral.
Upaya penyisiran medan yang sulit tersebut juga mendapat suntikan tenaga dari masyarakat setempat yang dengan sukarela turun bahu-membahu menembus tebalnya material sisa longsoran.
Bencana alam hidrometeorologi ini nyatanya tidak hanya menelan korban jiwa, melainkan turut melumpuhkan urat nadi transportasi yang menghubungkan Kota Padang dan Kabupaten Solok akibat timbunan pasir, lumpur, dan bebatuan.
Terjangan air bah tersebut juga memicu kerusakan serius di sekitar Kompleks Perkantoran Bupati Solok di kawasan Arosuka, merendam fasilitas pemerintahan hingga menjamah permukiman penduduk di sekitarnya.(*)