INSIBERNEWS - Amukan alam kembali melanda wilayah Sumatera Barat. Banjir bandang berskala besar menerjang kawasan Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, pada Senin (21/9/2026) malam.
Bencana hidrometeorologi ini merupakan imbas dari tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut tanpa henti sejak Sabtu (19/9/2026).
Nahasnya, terjangan air bah yang datang secara tiba-tiba sekitar pukul 20.00 WIB ini langsung menghantam dan melumpuhkan area pusat pemerintahan, termasuk membanjiri kompleks Kantor Bupati Solok dengan lumpur pekat.
Detik-detik kedatangan air bah yang begitu masif memicu kepanikan luar biasa di tengah masyarakat. Berdasarkan sejumlah rekaman amatir yang beredar di jagat maya, tampak warga lari kocar-kacir menyelamatkan diri di tengah pekatnya malam.
Suasana mencekam kian terasa tatkala rentetan bunyi klakson dari mobil dan sepeda motor bersahutan tiada henti, menjadi alarm darurat bagi para penduduk untuk segera menyingkir dari amukan air yang terus meninggi dan menerjang apa saja di depannya.
"Banjir, banjir, air turun. Air sangat besar, sudah menyebar ke seluruh area kantor Bupati termasuk gerbang utama dan ruas sebelah kanan kalau dari depan," seru seorang warga panik dalam rekaman video yang diunggah oleh akun Instagram @azirsky, memberikan gambaran langsung betapa cepatnya air menguasai kawasan tersebut.
Banjir bandang kali ini tidak sekadar membawa limpahan air kotor, melainkan turut menyeret berton-ton material berbahaya dari area hulu.
Endapan lumpur tebal yang dilaporkan mencapai setinggi paha orang dewasa, bongkahan batu berukuran raksasa, hingga batang-batang kayu berserakan menutupi berbagai fasilitas vital.
Limpahan sisa material alam tersebut praktis memutus total akses jalan utama rute Solok-Padang, memaksa aparat kepolisian mengalihkan arus lalu lintas secara darurat melalui jalur memutar via Padang Panjang.
Dampak daya rusak yang ditimbulkan oleh hantaman material tersebut terbilang sangat fatal bagi kelancaran birokrasi dan infrastruktur daerah. Berdasarkan asesmen awal, tumpukan batu dan lumpur tebal merendam pelataran Dinas Kesehatan hingga menghancurkan fasilitas publik di sekitarnya.
Tercatat, sedikitnya 11 gedung perkantoran pemerintah mengalami kerusakan berat, 21 unit mobil dan tujuh sepeda motor terseret arus, serta dua ruas jalan dan satu jembatan utama dilaporkan terputus total.
Di samping melumpuhkan roda pemerintahan lokal, bencana nahas ini juga menimbulkan korban luka dan memaksa puluhan jiwa mengungsi demi keselamatan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok mencatat ada sebanyak sembilan kepala keluarga atau sekitar 32 warga yang telah dievakuasi dari rumah mereka.
Para penyintas tersebut kini menempati dua titik lokasi pengungsian terpadu yang telah disiagakan oleh pemerintah daerah lengkap dengan pasokan logistik darurat.
"Data sementara ada empat orang yang mengalami luka-luka. Tiga dirawat di RSUD Arosuka dan satu dirujuk ke SPH Padang. Pengungsian ditempatkan di dua lokasi yang disiapkan pemerintah daerah," ungkap Kepala BPBD Kabupaten Solok, Khairul, pada Selasa (22/9/2026), seraya menegaskan bahwa tim SAR masih terus menyisir lokasi untuk mengantisipasi potensi banjir susulan.***