news

Jarak Pandang Tinggal 10 Meter, Pekatnya Asap Karhutla Bikin Warga Banjarbaru Ngeri Kecelakaan

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:51 WIB
Menyoroti viralnya penampakan asap pekat imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Banjarbaru, Kalimantan Selatan. (Instagram.com/@undercover.id)
INSIBERNEWS - Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali membawa petaka bagi warga Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
 
Sejak beberapa hari terakhir, kepungan kabut asap pekat menyelimuti sebagian besar wilayah kota tersebut, menciptakan pemandangan kelam yang memicu kekhawatiran masyarakat luas akan dampak kesehatan dan keselamatan berkendara.

Situasi memprihatinkan ini turut menjadi sorotan hangat di jagat maya setelah sejumlah video penampakan kabut asap beredar luas.
 
Salah satunya diunggah oleh akun Instagram @undercover.id pada Kamis (20/8/2026), yang memperlihatkan betapa tebalnya polusi udara tersebut hingga memangkas jarak pandang para pengguna jalan menjadi hanya tersisa sekitar 10 meter saja.
 
Baca Juga: Viral Berkostum Superman Padamkan Karhutla, Remaja Asal Kalteng Tuai Pujian Menteri Kehutanan

Berdasarkan pantauan di lapangan, fenomena kabut asap kali ini diklaim sebagai kondisi terparah sejak karhutla melanda kawasan tersebut pada musim kemarau tahun ini.
 
Sebaran asap paling intens terpusat di beberapa titik rawan, mulai dari Kecamatan Landasan Ulin, Liang Anggang, kawasan Pengayuan, hingga merambah ke perbatasan antara Banjarbaru dan Kabupaten Tanah Laut.

Mengonfirmasi kondisi gawat darurat tersebut, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman, membenarkan bahwa kabut asap pekat telah merusak jarak pandang ideal.
 
Pihaknya mencatat visibilitas di sejumlah titik protokol anjlok drastis ke rentang 5 hingga 10 meter, sehingga sangat berisiko bagi kelancaran aktivitas di luar ruangan.
 
Baca Juga: Asap Karhutla Selimuti Banjarbaru Kalsel, BMKG Sebut Kualitas Udara Berbahaya

Menghadapi kualitas udara yang kian beracun, Syamsir langsung mengeluarkan imbauan tegas agar seluruh elemen masyarakat membekali diri dengan alat pelindung pernapasan yang memadai saat bepergian.
 
"Warga Banjarmasin pakai masker, ini sudah bahaya," tegas Syamsir saat memberikan keterangannya pada Kamis (20/8/2026).

Imbas langsung dari pekatnya asap ini sangat dirasakan oleh para pengendara bermotor yang harus berjuang ekstra keras menembus jalanan.
 
Herman, salah seorang pengguna jalan di Banjarbaru, mengaku terpaksa memacu kendaraannya dengan kecepatan sangat rendah demi menghindari risiko tabrakan di tengah jarak pandang yang minim.
 
"Ini sudah parah kabutnya, kalau laju bahaya, bisa kecelakaan," ujarnya saat ditemui di lokasi pada Rabu (19/8/2026).
 
Baca Juga: Kabar Gembira! DPR dan Pemerintah Sepakat Perbaiki Status Guru PPPK Menuju PNS di 2027

Mengingat kondisi ini merupakan rentetan kabut asap paling parah dalam sebulan terakhir, Herman dan warga lainnya menaruh harapan besar pada pemerintah.
 
Mereka mendesak agar operasi pemadaman karhutla ditingkatkan skala masifnya sebelum krisis udara melumpuhkan kota.
 
"Ini kan efeknya ke kesehatan kami pengguna jalan. Kalau bisa, ada tindakan segera supaya Karhutla ini bisa segera diatasi," tandasnya dengan penuh harap.***

Tags

Terkini