Situasi kemudian disebut semakin panas hingga pria tersebut membuka bajunya dan menantang pihak Radit.
Keributan tersebut membuat Radit semakin khawatir karena dua anak kecil dari keluarganya berada di lokasi.
Salah satu keponakannya yang masih berusia tujuh bulan tengah digendong ayahnya. Sementara keponakan lainnya yang berusia enam tahun berada dalam pelukan Radit.
Baca Juga: NTT Diguncang Gempa M 7,7 hingga Air Laut Labuan Bajo Sempat Surut
Ia mengaku salah satu anak nyaris terkena dampak keributan yang terjadi. Anak berusia enam tahun bahkan disebut terkejut hingga menangis ketika melihat situasi yang semakin memanas.
Bagi Radit, kejadian tersebut membuat persoalan tidak lagi sebatas masalah tempat parkir.
Ia juga mengatakan keluarganya mendapat masukan untuk memperhatikan kondisi anak setelah kejadian tersebut. Kendati demikian, Radit memilih tidak menyimpulkan apakah anak tersebut mengalami trauma karena dirinya bukan seorang psikolog.
Radit menegaskan bahwa dirinya membagikan kejadian tersebut bukan untuk mencari perhatian maupun merugikan pihak tertentu.
Menurut dia, unggahan itu dibuat sebagai bentuk pengalaman sekaligus pengingat agar masyarakat lebih mengedepankan etika ketika menghadapi persoalan sederhana, termasuk saat mencari tempat parkir.
Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi, terutama ketika konflik antarorang dewasa berpotensi membuat anak-anak ikut berada dalam situasi yang menegangkan.
Bagi Radit, persoalan tempat parkir seharusnya dapat diselesaikan dengan komunikasi yang baik tanpa perlu berkembang menjadi keributan. ***