INSIBERNEWS - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan rasa duka dan simpati kepada pemerintah serta masyarakat Indonesia menyusul gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026).
Ungkapan belasungkawa tersebut disampaikan Pezeshkian melalui pesan yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto pada Minggu (16/8/2026). Ia menyampaikan keprihatinan atas jatuhnya korban jiwa serta warga yang mengalami luka-luka akibat bencana tersebut.
Dalam pernyataannya, Pezeshkian turut menyampaikan simpati kepada keluarga korban dan masyarakat yang berada di wilayah terdampak gempa NTT.
Baca Juga: Viral Siswa SMK Kebumen Dihajar Senior Saat Antre Makan Siang, Berujung Laporan Polisi
"Saya menyampaikan belasungkawa dan simpati yang mendalam kepada Yang Mulia, pemerintah, dan rakyat Indonesia yang bersahabat, terutama kepada keluarga yang berduka dan masyarakat yang terdampak," ujar Pezeshkian, dikutip dari kantor berita Iran, IRNA.
Tak hanya menyampaikan belasungkawa, Presiden Iran juga menyatakan kesiapan negaranya untuk membantu Indonesia dalam menangani dampak gempa.
Pezeshkian mengatakan Iran siap memberikan dukungan berupa bantuan kemanusiaan maupun layanan medis bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Baca Juga: Bukan Cuma Puskesmas, Prabowo Siapkan Ambulans Udara dan Dokter Terbang
Ia berharap proses pemulihan di wilayah yang terdampak gempa dapat berlangsung dengan cepat sehingga masyarakat bisa kembali menjalani kehidupan secara normal.
"Dalam situasi sulit ini, kami siap memberikan bantuan kemanusiaan dan medis," katanya.
Pezeshkian juga mendoakan para korban meninggal dunia serta warga yang mengalami luka-luka akibat gempa tersebut.
"Saya memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar memberikan rahmat dan ampunan kepada para korban, kesembuhan segera bagi mereka yang terluka, serta kesabaran dan ketabahan bagi para penyintas," tutur dia.
Baca Juga: Sebut Ratusan Siswa Keracunan MBG Sebagai 'Berita Baik', Bupati Karo Dirujak Warganet
Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa NTT terus bertambah. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dirilis pada Minggu (16/8/2026), sebanyak 53 orang dilaporkan meninggal dunia.