Mantan anggota JKT48 itu mengatakan selama ini dirinya justru berupaya membawa identitas Indonesia ketika mengikuti berbagai ajang lari di luar negeri.
Ia menyebut kerap mengenakan pakaian bernuansa budaya Indonesia, seperti batik maupun kebaya, saat mengikuti race di luar negeri sebagai bentuk kecintaannya terhadap Indonesia.
“Aku cinta banget sama Indonesia. Bahkan tiap race di luar negeri, selalu berusaha untuk menunjukkan sisi Indonesia dengan pakai baju batik atau kebaya,” ungkap Cindy.
Menurutnya, persoalan menjadi berbeda ketika foto yang digunakan tanpa izin tersebut kemudian dikaitkan dengan promosi sebuah acara lari.
Baca Juga: Buka Masa Sidang DPR 2026, Puan Pamer Sahkan 28 UU hingga Singgung Nasib RUU Perampasan Aset
Cindy mengaku keberatan karena sebelumnya pihak Kemenpora menyampaikan bahwa foto tersebut akan digunakan untuk kepentingan edukasi dan informasi publik.
“Tapi kalau foto aku dipakai tanpa izin dan bilangnya untuk edukasi ternyata malah promosi event lari bahkan oleh Kemenpora, jujur kecewa,” tulisnya.
Cindy juga memastikan dirinya tidak mengetahui maupun terlibat dalam acara lari yang dipromosikan tersebut. Ia bahkan mengaku tidak mendapatkan undangan untuk menghadiri event itu.
“Aku pun tidak tahu-menahu tentang race ini. Diundang pun enggak,” tegasnya.
Baca Juga: Ledakan Gas Hancurkan Dapur Makan Bergizi di Mojokerto, Tiga Teknisi Kritis Kena Luka Bakar
Persoalan tersebut kemudian menjadi perhatian publik setelah unggahan Cindy Gulla ramai dibicarakan di media sosial.
Akun Instagram Kemenpora pun terlihat dibanjiri komentar warganet yang mempertanyakan penggunaan foto Cindy. Sejumlah pengguna media sosial bahkan meminta Kemenpora memberikan penjelasan dan menyampaikan permintaan maaf.
Unggahan yang menggunakan foto Cindy tersebut diketahui telah dihapus. Meski demikian, sejumlah warganet tetap menyoroti persoalan izin penggunaan foto dan etika dalam membuat materi publikasi.
“Udah minta maaf belum min? Ditunggu nih klarifikasinya,” tulis salah satu warganet.