Di sisi lain, isu ini kian menggelinding panas seiring berembusnya rumor keterlibatan aktor eksternal berinisial HH yang disebut-sebut sebagai orang dekat lingkaran keluarga tokoh Sony Sanjaya, yang diduga kuat memiliki peran strategis sebagai jembatan birokrasi dalam memuluskan ekspansi ratusan pos gizi tersebut.
Baca Juga: Bongkar Mortir Aktif Pakai Palu hingga Meledak, 3 Orang di Bandung Tewas Terkapar
Di samping persoalan kelebihan kuota batas operasional, tim penyelidik juga mendeteksi adanya dugaan maladministrasi keuangan berupa aliran dana atau sistem setoran rutin dari daerah ke rekening penampung yayasan pusat.
Seorang sumber internal yang meminta jaminan kerahasiaan identitas mengeklaim telah mengantongi bundelan draf manifes perbankan serta mutasi rekening koran yang memperlihatkan adanya transaksi janggal bersifat periodik, yang kini tengah masuk dalam proses audit forensik demi memastikan validitas penggunaannya.
Guna menyajikan informasi yang benderang dan akuntabel, rangkaian penelusuran lanjutan akan terus dikebut dengan mengonfrontasi pihak otoritas regulasi di Badan Gizi Nasional (BGN) serta jajaran dinas kesehatan terkait di tingkat pemerintah daerah.
Baca Juga: Pajak JHT Berpeluang Dikaji Ulang, Buruh Dapat Angin Segar dari Kemenkeu
Ruang hak jawab dan klarifikasi berimbang tetap dibuka lebar bagi manajemen Yayasan Amanah Putri Annisa melalui draf surat elektronik resmi di porosjakarta@gmail.com agar polemik tata kelola hajat hidup orang banyak ini tidak memicu simpang siur berkepanjangan di tengah masyarakat sipil.***