INSIBERNEWS - Pemerintah Indonesia masih mematangkan rencana ekspor listrik ke Singapura.
Meski pembahasan kerja sama energi antara kedua negara terus menunjukkan perkembangan positif, hingga kini belum ada kesepakatan final terkait harga jual listrik yang akan diekspor.
Aspek tersebut menjadi salah satu poin utama yang masih dibahas dalam proses negosiasi.
Menteri Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa pemerintah ingin memastikan harga listrik yang disepakati nantinya mampu memberikan manfaat yang adil bagi kedua belah pihak.
Menurutnya, Indonesia tidak ingin hanya menjadi pemasok energi, tetapi juga memperoleh nilai ekonomi yang sepadan dari kerja sama tersebut.
Berbeda dengan sejumlah negara yang memberikan keleluasaan kepada pelaku usaha untuk menentukan harga jual listrik, regulasi di Indonesia menetapkan bahwa kewenangan tersebut berada di tangan pemerintah.
Baca Juga: Hakim Kabulkan Sebagian Praperadilan Roy Suryo, Penangkapan dan Penahanan Dinyatakan Tak Sah
Karena itu, setiap keputusan terkait tarif ekspor harus melalui proses pembahasan dan pertimbangan yang matang agar tetap sesuai dengan kepentingan nasional.
"Nah, terkait dengan harga listrik ke Singapura, proses tahapannya berjalan, tetapi kita masih menegosiasikan harga. Regulasi kita memang menempatkan harga itu di pemerintah. Kita ingin ada win-win, saling menguntungkan. Kerja sama itu harus saling menguntungkan kedua pihak. Tinggal di titik itu saja dan saya pikir sebentar lagi akan ada titik temu," ujar Bahlil dalam keterangan resminya, Selasa (7/7/2026).
Baca Juga: Spanyol Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026, Portugal dan Cristiano Ronaldo Tersingkir
Selain persoalan harga, pemerintah juga menilai kerja sama ekspor listrik dapat menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai pemasok energi bersih di kawasan.
Potensi tersebut didukung oleh pengembangan pembangkit energi baru dan terbarukan yang terus didorong di berbagai daerah, sehingga pasokan listrik untuk kebutuhan ekspor dapat dipenuhi tanpa mengganggu kebutuhan dalam negeri.
Baca Juga: Bantah PHK Massal, TikTok-Tokopedia Ungkap Sedang Rekrut Lebih dari 100 Karyawan