Pada Maret 2026, Donald Trump juga pernah menolak mengungkap identitas pejabat Iran yang menjadi mitra negosiasi Amerika Serikat.
Saat itu, Trump beralasan bahwa pengungkapan identitas para negosiator dapat membuat mereka menjadi sasaran serangan atau pembunuhan, sehingga situasi diplomatik akan semakin rumit.
Israel Bantah Laporan yang Beredar
Sementara itu, Kantor Perdana Menteri Israel membantah laporan yang beredar terkait dugaan ancaman terhadap negosiator Iran.
Baca Juga: Bali Dijagokan Jadi Lokasi Pusat Finansial Internasional, Pemerintah Kaji Tiga Kawasan Strategis
Melalui pernyataan resmi di platform X, pemerintah Israel menyebut informasi tersebut sebagai "berita palsu" dan menegaskan bahwa laporan tersebut merupakan rekayasa yang sama sekali tidak mencerminkan fakta di lapangan.
Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Iran mengenai laporan tersebut, sementara situasi diplomatik di kawasan Timur Tengah masih menjadi sorotan dunia internasional. ***