Pada Maret 2026, Donald Trump juga pernah menolak mengungkap identitas pejabat Iran yang menjadi mitra negosiasi Amerika Serikat.
Saat itu, Trump beralasan bahwa pengungkapan identitas para negosiator dapat membuat mereka menjadi sasaran serangan atau pembunuhan, sehingga situasi diplomatik akan semakin rumit.
Israel Bantah Laporan yang Beredar
Sementara itu, Kantor Perdana Menteri Israel membantah laporan yang beredar terkait dugaan ancaman terhadap negosiator Iran.
Baca Juga: Bali Dijagokan Jadi Lokasi Pusat Finansial Internasional, Pemerintah Kaji Tiga Kawasan Strategis
Melalui pernyataan resmi di platform X, pemerintah Israel menyebut informasi tersebut sebagai "berita palsu" dan menegaskan bahwa laporan tersebut merupakan rekayasa yang sama sekali tidak mencerminkan fakta di lapangan.
Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Iran mengenai laporan tersebut, sementara situasi diplomatik di kawasan Timur Tengah masih menjadi sorotan dunia internasional. ***
Artikel Terkait
Pemerintah Klaim APBN 2025 Berhasil Tekan Pengangguran dan Kemiskinan
PVMBG Naikkan Status Anak Krakatau, Warga Diminta Jauhi Radius Tiga Kilometer
Resmi! Sony Stop Produksi CD Game PlayStation pada 2028, Gamer Tak Bisa Lagi Beli Kaset Baru
Hubungan Gelap Berujung Penganiayaan, Anggota Polres Tegal Dikenai Patsus
KAHMI Foundation Santuni 70 Anak Yatim di Bogor, Tegaskan Komitmen Program Berkelanjutan
Korban Dugaan Kekerasan Oknum Polisi di Tegal Alami Trauma Berat, Sempat Ingin Akhiri Hidup