INSIBERNEWS - Pemerintah Amerika Serikat (AS) dilaporkan sempat memperingatkan Iran mengenai potensi ancaman terhadap para negosiatornya di tengah berlangsungnya pembahasan diplomatik antara kedua negara.
Peringatan tersebut muncul karena adanya kekhawatiran Israel dapat menargetkan tokoh-tokoh penting Iran yang terlibat dalam proses perundingan.
Laporan tersebut diungkap The New York Post pada Jumat (3/7/2026) dengan mengutip dua pejabat Amerika Serikat yang mengetahui persoalan tersebut.
Baca Juga: Hubungan Gelap Berujung Penganiayaan, Anggota Polres Tegal Dikenai Patsus
Menurut kedua pejabat itu, Washington khawatir Israel berpotensi melakukan serangan terhadap Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, maupun Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi.
Keduanya diketahui memiliki peran penting dalam jalannya negosiasi antara Teheran dan Washington.
AS Sampaikan Peringatan Lewat Perantara
Dalam laporannya, kedua pejabat menyebut peringatan tersebut tidak disampaikan secara langsung kepada pemerintah Iran, melainkan melalui pihak ketiga yang bertindak sebagai perantara komunikasi.
Baca Juga: KAHMI Foundation Santuni 70 Anak Yatim di Bogor, Tegaskan Komitmen Program Berkelanjutan
Meski demikian, hingga Jumat (3/7/2026), belum terdapat indikasi bahwa intelijen AS memiliki informasi spesifik mengenai adanya rencana pembunuhan yang menjadi dasar utama penyampaian peringatan tersebut.
Langkah Washington lebih didorong oleh kekhawatiran terhadap kemungkinan eskalasi yang dapat mengganggu proses diplomasi yang sedang berlangsung.
Kekhawatiran Amerika Serikat muncul setelah sejumlah pejabat pertahanan senior Israel sebelumnya secara terbuka menyampaikan dukungan terhadap tindakan yang menargetkan para pemimpin penting Iran.
Baca Juga: Danantara Temukan Dugaan Penyimpangan di PT Pos Indonesia, Audit Mulai Dilakukan
Pernyataan tersebut dinilai berpotensi memperburuk situasi keamanan di tengah upaya negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump sebelumnya pernah menegaskan bahwa tindakan pembunuhan terhadap tokoh-tokoh Iran justru dapat menghambat jalannya perundingan diplomatik.