Menurut Sri, MAN sempat meminta agar dirinya diberi suntikan untuk mengakhiri hidup.
"Dia tuh sampai pernah ngomong gini sama saya, 'Mama punya suntikan buat MAN saja? Buat suntikan mati'," tutur Sri sambil menahan tangis.
Mendengar perkataan tersebut, Sri berusaha menguatkan putrinya agar tetap bertahan demi anak semata wayangnya yang masih berusia empat tahun.
Ia mengingatkan bahwa sang anak masih membutuhkan sosok seorang ibu dalam kehidupannya.
Baca Juga: Ketika UU Pers Bertemu Era TikTok: Masih Relevankah Regulasi yang Dibuat pada 1999?
Tak Tega Melihat Kondisi Putrinya
Sri juga mengenang momen pertama kali melihat kondisi putrinya usai diduga mengalami kekerasan.
Ia mengaku nyaris pingsan karena tidak sanggup melihat luka-luka yang dialami MAN.
"Ya Allah, saya tak tega melihat kondisinya. Saya sudah pengen pingsan. Enggak menyangka," ujarnya.
Menurut Sri, pakaian putrinya saat itu bahkan menempel pada kulit akibat luka yang diderita.
Baca Juga: Belum Ditemukan, Mahasiswi Telkom University Nadira Az-Zahra Hilang Sejak 30 Juni 2026
"Bajunya menempel ke kulit. Telanjang, Mas. Telanjang," katanya.
Di tengah kondisi tersebut, Sri hanya mampu menangis melihat anaknya datang ke rumah dalam keadaan memprihatinkan.
Meski demikian, MAN justru berusaha menenangkan sang ibu agar tidak larut dalam kesedihan.
Sebagai seorang ibu, Sri mengaku rasa sakit yang dirasakan melihat kondisi anaknya jauh lebih berat dibandingkan jika dirinya sendiri yang menjadi korban.
"Mending badan ibu dipukuli ketimbang hati. Enggak bisa dijelaskan sakitnya," ucapnya.