INSIBERNEWS - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melaporkan bahwa Siklon Tropis Jangmi terus mengalami penguatan di wilayah timur laut Filipina.
Meski pusat siklon berada cukup jauh dari Indonesia, dampak tidak langsungnya diperkirakan tetap memengaruhi kondisi cuaca di sejumlah daerah, khususnya kawasan timur Indonesia.
Baca Juga: Polda Metro Jaya Buka Posko Pengaduan Korban Umrah Hanania Group, Dirut Ditahan
BMKG menyebut keberadaan siklon tersebut dapat memicu peningkatan aktivitas atmosfer yang berdampak pada pertumbuhan awan hujan, angin kencang, hingga gelombang laut tinggi.
Kondisi ini berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan dan pesisir yang berbatasan langsung dengan jalur pergerakan massa udara dari Pasifik barat.
“Masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat muncul akibat pengaruh tidak langsung Siklon Tropis Jangmi,” demikian imbauan BMKG dalam keterangannya.
Baca Juga: Adhisty Zara dan Tsaqib Resmi Umumkan Pernikahan, Potret Baby Bump Tuai Sorotan Netizen
Selain hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, sejumlah wilayah diperkirakan berpotensi mengalami angin kencang dan peningkatan tinggi gelombang laut.
Kondisi tersebut dinilai dapat mengganggu aktivitas nelayan, pelayaran antarpulau, hingga masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir.
BMKG juga meminta operator kapal, nelayan tradisional, serta pengguna transportasi laut agar lebih memperhatikan perkembangan prakiraan cuaca sebelum beraktivitas.
Gelombang tinggi dan cuaca buruk disebut bisa terjadi sewaktu-waktu selama pengaruh siklon masih aktif di kawasan sekitar Filipina.
Baca Juga: Ledakan Misterius Guncang Biak! Polisi Duga Bom Sisa Perang Dunia II, 5 Orang Tewas
Fenomena siklon tropis sendiri umum terjadi di wilayah Samudra Pasifik bagian barat dan Laut Filipina, terutama ketika kondisi suhu permukaan laut cukup hangat.
Meski Indonesia jarang dilintasi langsung siklon tropis, dampak tidak langsung berupa perubahan pola cuaca tetap sering dirasakan di beberapa wilayah.