INSIBERNEWS - Diungkapkan oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, bahwa pihaknya memperoleh informasi intelijen terkait dugaan persiapan Rusia untuk melancarkan serangan militer besar baru.
Situasi tersebut mendorong Ukraina kembali meminta dukungan lebih kuat dari negara-negara sekutunya.
Dalam pernyataan yang disampaikan melalui akun Telegram pada Jumat (29/5/2026), Zelenskyy menegaskan bahwa Ukraina membutuhkan peningkatan tekanan internasional terhadap Moskow, baik melalui sanksi ekonomi yang lebih ketat maupun percepatan pengiriman sistem pertahanan udara.
Baca Juga: Viral Lagu ‘My Little Bolu Ketan’, Bahlil Minta Raffi Ahmad Cari Penciptanya
Pernyataan itu disampaikan usai Zelenskyy menggelar pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Ukraina, Andriy Sybiha. Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas berbagai agenda strategis Ukraina untuk beberapa pekan mendatang di tengah konflik yang masih terus berkecamuk.
“Kami memiliki informasi dari dinas intelijen mengenai persiapan Rusia untuk serangan besar lainnya,” ujar Zelenskyy sebagaimana dikutip dari Anadolu Agency, Sabtu (30/5/2026).
Menurut Zelenskyy, fokus utama pembahasan bersama pemerintah adalah memastikan dukungan internasional dapat segera memperkuat kapasitas pertahanan Ukraina.
Ia menilai kebutuhan paling mendesak saat ini adalah penguatan sistem pertahanan udara, terutama kemampuan untuk mencegat rudal balistik yang kerap digunakan dalam serangan.
Baca Juga: Konvoi Bantuan ke Gaza Gagal Tembus Perbatasan, Armada Global Sumud Flotilla Akhiri Misi
“Pertahanan anti-balistik adalah tugas utama,” tegasnya.
Selain aspek pertahanan militer, Ukraina juga tengah menyiapkan proposal rinci mengenai paket sanksi baru yang akan diajukan kepada Uni Eropa terhadap Rusia.
Paket tersebut dirancang untuk memperketat pembatasan ekonomi sekaligus menutup berbagai celah yang selama ini dimanfaatkan guna menghindari sanksi yang telah berlaku.
Zelenskyy berharap kombinasi antara tekanan ekonomi yang lebih kuat dan bantuan militer dari negara-negara Barat mampu meningkatkan daya tahan Ukraina menghadapi kemungkinan eskalasi konflik dalam waktu dekat.