INSIBERNEWS - Indonesia kembali mencatatkan pencapaian bersejarah di kancah dunia. Guinness World Records resmi mengakui cap tangan purba yang ditemukan di Gua Liang Metanduno, Pulau Muna, Sulawesi Tenggara, sebagai lukisan tertua di dunia untuk kategori seni nonfiguratif.
Pengakuan tersebut diumumkan melalui laman resmi Guinness World Records pada Jumat (29/5/2026). Lukisan cap tangan itu diperkirakan berusia sekitar 67.800 tahun dan menjadi salah satu bukti penting perkembangan budaya manusia purba pada masa Paleolitik.
Temuan spektakuler ini merupakan bagian dari rangkaian penelitian seni cadas yang dilakukan para ahli arkeologi dan arkeometri di kawasan tersebut. Hasil kajian ilmiah mengenai usia lukisan purba itu telah dipublikasikan dalam jurnal bergengsi Nature pada 21 Januari 2026.
Baca Juga: Israel Targetkan Kuasai 70 Persen Gaza, Netanyahu Tegaskan Operasi Militer Berlanjut
Cap tangan di Liang Metanduno bukan sekadar peninggalan prasejarah biasa. Karya tersebut menjadi penanda bahwa manusia purba di wilayah Sulawesi telah memiliki kemampuan berekspresi melalui seni jauh lebih awal dari yang selama ini diperkirakan.
Dalam laporannya, Guinness World Records juga mewawancarai tiga peneliti utama yang terlibat dalam studi tersebut. Mereka adalah Dr. Adhi Agus Oktaviana, peneliti dan ahli arkeometri dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Indonesia, serta dua profesor arkeologi dari Griffith University Australia, Adam Brumm dan Maxime Aubert.
Ketiga ilmuwan itu menjelaskan bahwa upaya penanggalan seni gua di Sulawesi sebenarnya telah dimulai sejak 2012. Pada tahap awal, penelitian lebih banyak difokuskan di wilayah semenanjung barat daya Sulawesi yang dikenal memiliki banyak situs prasejarah.
Baca Juga: Empat Anggota Keluarga Tewas di Tenda Kemping Posong, Polisi Curigai Keracunan Gas Portable
Namun, beberapa tahun kemudian tim memperluas penelitian ke kawasan semenanjung tenggara, termasuk Pulau Muna. Dari wilayah inilah mereka menemukan sejumlah seni cadas berusia sangat tua, dengan Gua Liang Metanduno menjadi lokasi yang menyimpan karya paling awal yang diketahui sejauh ini.
Penemuan ini semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat penting sejarah manusia purba dunia.
Selain memiliki kekayaan alam dan budaya, Nusantara kini juga diakui menyimpan jejak seni tertua yang menunjukkan kreativitas manusia sejak puluhan ribu tahun lalu.
Pengakuan Guinness World Records terhadap cap tangan Liang Metanduno menjadi tonggak penting bagi dunia arkeologi sekaligus kebanggaan nasional, karena warisan budaya Indonesia kembali mendapat sorotan internasional. ***