news

Jatuh Saat Mendaki Rinjani, Pendaki Malaysia Dievakuasi Helikopter ke Bali

Selasa, 26 Mei 2026 | 11:54 WIB
Ilustrasi - Jatuh Saat Mendaki Rinjani, Pendaki Malaysia Dievakuasi Helikopter ke Bali (Istimewa)

INSIBERNEWS – Seorang pendaki asal Malaysia, Chye Connsynn (41), berhasil dievakuasi menggunakan helikopter setelah mengalami cedera akibat terjatuh saat mendaki Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Evakuasi udara dilakukan oleh Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) guna mempercepat penanganan medis korban.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TNGR, Astekita Ardiaristo, menjelaskan bahwa laporan mengenai kondisi korban diterima petugas piket di kawasan Pelawangan pada Selasa pagi sekitar pukul 06.45 WITA.

Baca Juga: Terungkap! Ditendang hingga Disetrum, 9 WNI Relawan Gaza Cerita Alami Kekerasan Saat Ditahan Israel

Cuaca yang cerah pada saat itu menjadi faktor penting yang memungkinkan proses penyelamatan segera dilakukan.

Menurut Astekita, penggunaan helikopter dalam operasi penyelamatan tersebut merupakan bagian dari fasilitas perlindungan yang tersedia melalui asuransi premium di kawasan TNGR.

“Evakuasi udara adalah salah satu bentuk klaim pada asuransi premium yang ada di TNGR,” ujar Astekita di Lombok Timur, Selasa (26/5/2026).

Baca Juga: Sempat Ditahan Militer Israel, 9 WNI Relawan Gaza Sudah Bebas dan Segera Pulang ke Indonesia

Proses Evakuasi Gunung Rinjani Dilakukan Bertahap

Sebelum diterbangkan, korban terlebih dahulu dipindahkan ke atas tandu untuk mempermudah proses pengangkatan dan evakuasi. Helikopter kemudian bergerak menuju kawasan Pelawangan 2, titik strategis di jalur pendakian Gunung Rinjani.

Dalam perjalanan, helikopter sempat mendarat di Sembalun untuk menurunkan sebagian tenaga medis sebagai langkah mengurangi beban pesawat agar pendaratan di area pegunungan lebih aman.

Setelah penyesuaian dilakukan, helikopter kembali melanjutkan penerbangan dan sukses mendarat di helipad Pelawangan 2. Korban selanjutnya dievakuasi menuju rumah sakit rujukan di Denpasar, Bali, guna mendapatkan penanganan medis intensif.

Baca Juga: Menteri HAM Pigai Tolak Label Intoleran untuk Jawa Barat, Sebut Depok Aman

“Korban diterbangkan menuju rumah sakit rujukan di Denpasar, Bali untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut,” kata Astekita.

Proses penyelamatan pendaki ini rupanya tidak berjalan mulus sejak awal. Astekita mengungkapkan bahwa sehari sebelumnya tim evakuasi sempat menghadapi hambatan serius akibat kabut tebal yang menyelimuti kawasan Gunung Rinjani.

Halaman:

Tags

Terkini