news

Trump Tolak Proposal Iran, Blokade Selat Hormuz Dilanjutkan

Rabu, 29 April 2026 | 17:34 WIB
Iran Siaga di Selat Hormuz, Kapal Perang Asing yang Lewat Terancam Diserang (Istimewa)

INSIBERNEWS - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah Donald Trump dilaporkan mengarahkan timnya untuk menyiapkan langkah blokade tambahan.

Kebijakan ini disebut sebagai bagian dari strategi baru untuk memperketat tekanan terhadap sektor ekonomi Teheran, khususnya ekspor minyak yang menjadi tulang punggung pendapatan negara tersebut.

Berdasarkan laporan The Wall Street Journal, sejumlah pejabat AS mengungkapkan bahwa dalam beberapa pertemuan terakhir, Trump lebih memilih opsi pembatasan jalur pelayaran menuju dan dari pelabuhan Iran.

Baca Juga: KJRI Jeddah Turun Tangan Usai Bus Jemaah Haji RI Kecelakaan di Arab Saudi, 10 Orang Terluka

Langkah ini dinilai efektif untuk menekan arus perdagangan tanpa harus meningkatkan eskalasi militer secara langsung.

Sumber yang sama menyebutkan, Trump mempertimbangkan bahwa opsi lain seperti melanjutkan serangan militer atau menarik diri dari konflik justru memiliki risiko yang lebih besar. Oleh karena itu, pendekatan melalui tekanan ekonomi dan kontrol akses laut dianggap sebagai jalan tengah yang lebih strategis.

Sebelumnya, konflik memanas setelah operasi militer gabungan antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut memicu balasan dari Teheran yang menargetkan kepentingan AS di kawasan, termasuk beberapa wilayah di negara-negara Teluk.

Baca Juga: May Day 2026 di Monas: Presiden Prabowo Siapkan Kado Spesial untuk 200 Ribu Buruh

Upaya meredakan ketegangan sempat dilakukan melalui gencatan senjata pada 8 April yang dimediasi Pakistan. Namun, perundingan lanjutan di Islamabad pada 11–12 April berakhir tanpa kesepakatan konkret.

Trump kemudian menyatakan bahwa gencatan senjata diperpanjang atas permintaan Pakistan sambil menunggu proposal resmi dari pihak Iran. Meski demikian, pada awal pekan ini, ia memberi sinyal kuat bahwa proposal terbaru dari Teheran kemungkinan besar tidak akan diterima.

Iran sebelumnya mengusulkan pembukaan kembali jalur vital Selat Hormuz sebagai bagian dari kesepakatan, dengan pembahasan program nuklir ditunda ke tahap negosiasi berikutnya.

Baca Juga: Rem Blong Picu Tabrakan Beruntun di Pesawaran Lampung, 8 Kendaraan Ringsek Seketika

Namun, usulan tersebut tampaknya belum cukup untuk meredakan ketegangan yang terus berkembang.

Situasi ini menandakan bahwa konflik geopolitik di kawasan masih jauh dari kata selesai, dengan kebijakan blokade berpotensi memperpanjang tekanan ekonomi sekaligus meningkatkan dinamika keamanan global. ***

Tags

Terkini